This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 07 Februari 2012

LELUCON

(Berarti buang kotoran pup juga ga bisa ya ..?) "MANDI = Rp2000 KENCING = Rp500 BAB
 (PAKE KENCING) = RP2000 BAB 
(GA PAKE KENCING) = RP 1500 
ALL IN ONE = Rp3000> - UDAH DISKON " (Kalo ga salah ini di toilet terminal Tirtonadi)
"KENCING - 1000 BERAK (DIKIT BANYAK) - 2000 BANYAK BANGET - 3000 DIKIT BANGET - TAHAN DULU "
 "boker 5 KALI, GRATIS 1 KALI boker DI HARI YANG SAMA!!" Hehehe .... 
Ada juga tulisan yang kayaknya disponsori lembaga lingkungan hidup. 
Terpampang kertas hasil ngeprint: "HABIS BUANG AIR HARAP disiram" Dibawahnya ada tulisan pake pulpen.
 "GO GREEN, NOT YELLOW" 
Ada juga yang puitis: "Air beriak TANDA TAK DALAM, HABIS BERAK HARAP disiram 
Trus ada yg Tertulis rapi di tembok pakai cat: "Buanglah KOTORAN PADA TEMPATNYA
"Terus ada yang ngejawab pakai pulpen "PANTAT GUA KAGAK MUAT DI kloset!!!
"Yg menarik dibawahnya ada yang nambahin: "GOBLOK LOE INI KAN kloset JONGKOK!!!
Ada yang iseng kasar ria pakai spidol : "JANGAN BACA TULISAN INI (SELAIN MONYET)
Trus ada yg Reply dibawahnya: "MAAF BABI, Udah Telanjur BACA!
Yang ikut baca, panas ini dan nambahin .....: "UDAH DONG, MONYET DAN BABI YANG AKUR YA ...
 " Ada juga yang lain lagi: "YANG BERAK DAN KENCING GAK nyiram = ANJING" Eh Terus dibawahnya ada yang komentar ...: "KALO GA BERAK GA KENCING IKUT nyiram GIMANA?
Trus Komentar selanjutnya: "ANJING KURANG KERJAAN. .. 
Ada juga yang membingungkan seperti yang terpasang di toilet kantor. Kan ada 2 Toilet sebelah, di salah satu pintu toilet sebelah tertulis: "TOILET RUSAK JANGAN DIPAKAI" ..... 
trus lucunya di pintu toilet sebelahnya ada yg iseng nempel ditulis pake print2an: "JANGAN DIPAKAI NANTI RUSAK JUGA" ... Wkwkwk.

SOAL TEORI KEJURUAN PRODUKTIF OTOMOTIF

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN PENJAJAKAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 201 1/2012 SMK NEGERI SOAL TEORI KEJURUAN 2 Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif Kode : 1289 Waktu : 120 Menit Jenis Soal : Pilihan Ganda Jumlah Soal : 45 Soal Hari / Tanggal : Kamis/ 2 Februari 2012 Petunjuk : 1. Kerjakan pada lembar jawaban yang disediakan dengan menggunakan Pensil 2 B! 2. Tulis Identitas Anda pada lembar jawaban Komputer yang tersedia! 3. Laporkan kepada petugas kalau terdapat tulisan yang kurang jelas, naskah rusak atau jumlah soal kurang! 4. Berikan tanda ● pada salah satu pilihan jawaban yang menurut Anda paling tepat! SOAL: 1. Pada pengukuran camshaft dibawah yang menunjukkan keovalan adalah A. 1-A B. 2-A C. 1-2 D. A-B E. 1-B 2. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tekanan pada sistem pendingin air pada mesin adalah A. Hidrometer B. Radiator cup tester C. Plastic gauge D. Dial indikator E. Conecting road aligner 3. Pada saat mesin hidup mesin terlalu panas padahal kipas pendingin bekerja normal apakah penyebabnya A. Thermostat rusak B. Sistem pendingin baik- baik saja C. Sistem pendingin bocor D. Water pump rusak E. Thermostat bekerja 4. Pada saat mesin bekerja mesin susah mencapai suhu kerja mesin dan air cepat habis, setelah dilakukan pemeriksaan menunjukkan tekanan radiator 1.2 Kg/cm2 dan tekanan tutup radiator menunjukkan tekanan 0,2 Kg/cm2 ,apakah penyebabnya A. Thermostat tidak bekerja ( menutup) B. Relief valve tidak bekerja (menutup) C. Relief Valve tidak bekerja (membuka) D. Vacum valve rusak (bocor) E. Water pump rusak 5. Sistem karburator dibawah ini angka 1-6-7-9-10 dan 12 menunjukkan A. Primary air bleder 1, float chamber, Economizer jet, idle mixture adjusting Screw, slow port, idle port B. Primary air bleder 1, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port C. Primary air bleder 2, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port D. Primary air bleder 1, primary mainjet, Economizer jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port E. Primary main air bleder, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port 6. Power piston bekerja pada saat A. Percepatan B. Beban berat C. Kecepatan tinggi jalan lurus D. Kecepatan rendah E. Kondisi Jalan turun 7. Pada saat injektor dites pada ujung nozle terjadi tetesan setelah injeksi apakah penyebabnya A. Plunyer aus B. Distance piece rusak C. Retaining nut kendor D. Pressure pin rusak E. Nedle valve aus 8. Berikut menunjukkan bahan bakar mulai tertekan dan akhir penekanan A. 1 dan 2 B. 2 dan 4 C. 3 dan 4 D. 4 dan 1 E. 1 dan 3 9. Langkah tune up Berikut dilakukan Pada saat mesin bensin masih dingin A. Menyetel celah katup, dan memeriksa sistem pendingin B. Saat pengapian, putaran mesin C. Saat pengapian, menyetel campuaran bahan bakar D. Putaran mesin, celah katup E. Celah katup, menyetel campuran bahan bakar 10. Pada saat top 4 katup mana sajakah yang boleh disetel A. Silinder 1 katup ex dan in B. Silinder 2 katup in C. Silinder 3 katup in D. Silinder 3 katup ex E. Silinder 4 in saja 11. Komponen no.2-6-7 dan 8 Menunjukkan A. Camshaft, push rod, rocker arm, batang katup B. Rocker arm, tapet, camshaft, push rod C. Tapet,camshaft,rocker arm, batang katup D. Push rod,cylinder head, tapet, rocker arm E. Push rod,cylinder head, batang katup, rocker arm 12. Gmbar di bawah pada bagian manakah untuk menyeteltinggi pedal kopling 13. Kerusakan yang terjadi Pada release bearing akan mengakibatkan A. Tenaga mesin berkurang B. Pemakaian bahan bakar lebih hemat C. Getaran pada body kendaraan D. Timbulnya suara abnormal E. Putaran mesin tidak stabil 14. Pada gambar berikut jumlah gigi transmisi pada roda gigi A= 8 Teeth, B= 16 Teeth, C= 4Teeth dan D= 24, bila putaran input shaft 4000 rpm, maka putaran output shaft adalah A. 60 Rpm B. 120 Rpm C. 400 Rpm D. 600 Rpm E. 800 Rpm B C 15. Pada transmisi syncrhomes susah untuk dihubungkan apakah penyebabbnya A. Counter Gear rusak B. Gigi tingkat rusak C. Poros input rusak D. Pengunci Release fork rusak E. Synchronizer ring rusak 16. Gambar dibawah ini yang menunjukkan pemeriksaan run out ring gear adalah A. 1 B. 2 C. 1 dan 2 D. 3 E. 2 dan 3 17. Pada saat melakukan pengukuran preload akhir A. Drive pinion harus sudah terpasang B. Semua komponen diferensial terpasang C. Ring gear harus terpasang D. Flens terpasang E. Syncrhomes terpasang 18. Gambar dibawah poros axel berperan hanya memutar roda saja ditunjukkann oleh gambar no A. 1 B. 2 C. 3 D. 1dan 2 E. 2 dan 3 19. Bearing cup ditunjukkan oleh no A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 20. Angka 14 pada spesifikasi ban seperti 195/70 R 14 86 H menunjukkan ... A. Lebar ban dalam Inchi B. Lebar ban dalam mm C. Aspek ratio dalam % D. Aspek ratio dalam Inchi E. Diameter pelek dalam inchi 21. Akibat tekanan ban berlebihan A. Bahan bakar menjadi lebih boros B. Kemudi berat C. Tepi ban lebih cepat aus D. Tread cepat aus E. Pada kecepatan tinggi terjadi standing wave 22. Jenis dan konstruksi rem tipe leading dan trailing pada gambar dibawah, apabila digunakan maju terus maka 23. Pada gambar di bawah untuk menyetel tinggi pedal dan gerak bebas pedal rem adalah A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 24. Gambar di bawah no 1,2,3, menunjukkan A. Ball joint, tie rod, rack B. Ball joint,pinion gear, rack C. Tie rod end,tie rod,pinion gear D. Tie rod, rack, pinion gear E. Ball joint,penutup debu,rack 25. Penyetelan backlash pada steering gear yang kurang mengakibatkan A. Free play roda kemudi tidak ada B. Kebebasan roda kemudi berlebih C. Kemudi tidak responsive D. Kemudi cenderung belok kanan E. Kemudi cenderung belok kiri 26. Saat kendaraan berjalan kemudi terlalu responsif,perlu perbaikan pada A. Kebebasan roda kemudi B. Stabilizer C. Shock absorber D. Stering Main shaft E. Stering Knuckel 27. Gambar no 6,7, dan 8 Menunjukkan A. Shock absorber,spring, lower arm B. Shock absorber, lower ball joint,spring C. Spring,ball joint,Lower arm D. Spring, Lower arm, ball joint E. Steering knuckle,upper arm, lower arm 28. Tidak termasuk perawatan suspensi independent A. Memeriksa kekencangan baut baut suspensi B. Memberikan stempet pada komponen balljoint menggunakan alat khusus (greesgun) C. Memeriksa kerataan upper arm D. Memeriksa dust cover dari kerusakan atau sobek E. Memeriksa kerja shock absorber dari kemungkinan terjadi kebocoran 29. Pada saat lampu tanda belok dinyalakan ke posisi kanan lampu depan nyala tapi redup sedangkan lampu belakang mati apakah penyebabnya A. Massa /ground putus B. Kabel putus C. Sekring putus D. Relay mati E. Massa/ground kurang 30. Untuk mengoperasikan lampu jauh ( pengendali positif), maka rangkaian harus dihubungkan melalui terminal A. 3-4-5-6-7-11 B. 3-4-5-6-7-10 C. 3-4-5-6-7-9 D. 3-4-5-6-8-9 E. 3-4-5-6-8-10 7 8 56b Dimmer swit 6 4 5 31. Pada saat kendaraan bergerak mundur lampu tanda mundur tidak menyala, setelah di periksa arus listrik dari ACC pada kunci kontak ada tetapi tidak sampai ke lampu, sedangkan lampu diperiksa tidak putus , bagian apakah yang mengalami kerusakan ,. A. Skring B. Relay C. Saklar mundur D. Combinatin swit E. Dimmer swit 32. Gambar di bawah secara berurutan no. 2,3 dan 6 adalah A. IG,L,E B. IG,N,E C. L,IG,B D. L,B,IG E. L,B,E 33. Saat mesin distart pinion gear bergerak maju dan terhubung dengan ring gear motor stater dapat berputar namun tidak mampu memutar ring gear, kemungkinan kerusakan pada A. Over running clutch B. Field coil C. Armature Coil D. Hold In coil E. Pull in coil 34. Sistem pengisian dengan regulator 2 unit, saat kunci kontak ’ON’ lampu indicator mati, perlu perbaikan pada A. Indikator lamp B. Voltage regulator C. Voltage relay D. Kunci kontak E. Altenator 35. Komponen sistem AC yang berperan untuk menyerap kandungan air yang masuk kedalam sistem dan menyaring kotoran A. Kompresor B. Receiver dryer C. Condenser D. Expansion valve E. Evapurator 36. Kondisi freon pada no 3 sampai 4 saaat mesin hidup adalah A. Cairan tekanan rendah dan temperature rendah B. Gas tekanan rendah dan temperature rendah C. Gas tekanan tinggi dan temperature tinggi D. Cairan tekanan dan temperaturnya tinggi E. Gas tekanan tinggi dan temperaturnya rendah 37. Pengukuran tekanan SISTEM AC menggunakan manifold gauge menunjukkan tekanan Lo rendah dan tekanan Hi sangat tinggi saat mesin hidup dan AC dihidupkan, saat AC dimatikan tekanan Lo tetap rendah dan Hi tetap tinggi, apakah penyebabnya A. Pipa bocor B. Evapurator rusak C. Expansion valve rusak /AC Kemasukan uap air D. Kompresor rusak E. Condenser Rusak 38. Gambar di bawah aliran sistem pengapian A. 1-2-3-4-5-6-7-8 B. 1-3-2-6-4-7-5-8 C. 1-3-2-5-4-6-7-8 D. 1-3-2-6-4-5-7-8 E. 1-3-2-6-4-7-5-8 39. Apabila pengapian terlalu maju pada pengapian konvensional, maka penyetelan dilakukan dengan cara A. Merapatkan celah platina B. Merenggangkan celah platina C. Memutar body distributor searah putaran rotor D. Memutar body distributor berlawanan putaran rotor E. Memutar rotor searah berlawanan jarum jam 40. Hasil pengukuran berat jenis baterai menunjukkan 1,260 dan temperature 0ºC, berapakah berat jenis baterai tersebut A. 1,243 B. 1,244 C. 1,245 D. 1,246 E. 2,244 41. Besarnya tegangan dan ampere Baterai charger pada saat mengisi 2 buah baterai dengan kapasitas masing-masing 12 volt 60 AH secara seri adalah A. 12 Volt/ 6 ampere B. 12 Volt/60 Ampere C. 24 Volt/ 6 ampere D. 24 Volt/ 60 Ampere E. 12 volt/ 120 Ampere 42. Kapasitas baterai yang diperoleh jika baterai dirangkai paralel seperti pada gambar berikut... A. 12 V- 100 AH A B B. 12 V- 150 AH C. 24 V- 50 AH D. 24 V- 150 AH E. 24 V- 33,3 AH 12 V 12 V 50 AH 50 AH 43. Kode 23 pada kode batere 55 D 23 L , menunjukkan A. Posisi terminal positif B. Panjang baterai C. Lebar batere D. Kemampuan batere E. Tinggi batere 44. Gambar dibawah menunjukkan komponen A. Trioda B. Regulator C. Altenator D. Capasitor E. Transistor 45. Apabila silinder 1 Usaha, silinder 3 kompresi, FO 1-3-4-2, maka silinder no 2 dan 4 adalah A. Hisap-Kompresi B. Buang-Usaha C. Kompresi-Usaha D. Buang- Hisap E. Usaha-Hisap

SOAL UJIAN TEORI KEJURUAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN PENJAJAKAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 201 1/2012 SMK NEGERI SOAL TEORI KEJURUAN 2 Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif Kode : 1289 Waktu : 120 Menit Jenis Soal : Pilihan Ganda Jumlah Soal : 45 Soal Hari / Tanggal : Kamis/ 2 Februari 2012 Petunjuk : 1. Kerjakan pada lembar jawaban yang disediakan dengan menggunakan Pensil 2 B! 2. Tulis Identitas Anda pada lembar jawaban Komputer yang tersedia! 3. Laporkan kepada petugas kalau terdapat tulisan yang kurang jelas, naskah rusak atau jumlah soal kurang! 4. Berikan tanda ● pada salah satu pilihan jawaban yang menurut Anda paling tepat! SOAL: 1. Pada pengukuran camshaft dibawah yang menunjukkan keovalan adalah A. 1-A B. 2-A C. 1-2 D. A-B E. 1-B 2. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tekanan pada sistem pendingin air pada mesin adalah A. Hidrometer B. Radiator cup tester C. Plastic gauge D. Dial indikator E. Conecting road aligner 3. Pada saat mesin hidup mesin terlalu panas padahal kipas pendingin bekerja normal apakah penyebabnya A. Thermostat rusak B. Sistem pendingin baik- baik saja C. Sistem pendingin bocor D. Water pump rusak E. Thermostat bekerja 4. Pada saat mesin bekerja mesin susah mencapai suhu kerja mesin dan air cepat habis, setelah dilakukan pemeriksaan menunjukkan tekanan radiator 1.2 Kg/cm2 dan tekanan tutup radiator menunjukkan tekanan 0,2 Kg/cm2 ,apakah penyebabnya A. Thermostat tidak bekerja ( menutup) B. Relief valve tidak bekerja (menutup) C. Relief Valve tidak bekerja (membuka) D. Vacum valve rusak (bocor) E. Water pump rusak 5. Sistem karburator dibawah ini angka 1-6-7-9-10 dan 12 menunjukkan A. Primary air bleder 1, float chamber, Economizer jet, idle mixture adjusting Screw, slow port, idle port B. Primary air bleder 1, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port C. Primary air bleder 2, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port D. Primary air bleder 1, primary mainjet, Economizer jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port E. Primary main air bleder, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port 6. Power piston bekerja pada saat A. Percepatan B. Beban berat C. Kecepatan tinggi jalan lurus D. Kecepatan rendah E. Kondisi Jalan turun 7. Pada saat injektor dites pada ujung nozle terjadi tetesan setelah injeksi apakah penyebabnya A. Plunyer aus B. Distance piece rusak C. Retaining nut kendor D. Pressure pin rusak E. Nedle valve aus 8. Berikut menunjukkan bahan bakar mulai tertekan dan akhir penekanan A. 1 dan 2 B. 2 dan 4 C. 3 dan 4 D. 4 dan 1 E. 1 dan 3 9. Langkah tune up Berikut dilakukan Pada saat mesin bensin masih dingin A. Menyetel celah katup, dan memeriksa sistem pendingin B. Saat pengapian, putaran mesin C. Saat pengapian, menyetel campuaran bahan bakar D. Putaran mesin, celah katup E. Celah katup, menyetel campuran bahan bakar 10. Pada saat top 4 katup mana sajakah yang boleh disetel A. Silinder 1 katup ex dan in B. Silinder 2 katup in C. Silinder 3 katup in D. Silinder 3 katup ex E. Silinder 4 in saja 11. Komponen no.2-6-7 dan 8 Menunjukkan A. Camshaft, push rod, rocker arm, batang katup B. Rocker arm, tapet, camshaft, push rod C. Tapet,camshaft,rocker arm, batang katup D. Push rod,cylinder head, tapet, rocker arm E. Push rod,cylinder head, batang katup, rocker arm 12. Gmbar di bawah pada bagian manakah untuk menyeteltinggi pedal kopling 13. Kerusakan yang terjadi Pada release bearing akan mengakibatkan A. Tenaga mesin berkurang B. Pemakaian bahan bakar lebih hemat C. Getaran pada body kendaraan D. Timbulnya suara abnormal E. Putaran mesin tidak stabil 14. Pada gambar berikut jumlah gigi transmisi pada roda gigi A= 8 Teeth, B= 16 Teeth, C= 4Teeth dan D= 24, bila putaran input shaft 4000 rpm, maka putaran output shaft adalah A. 60 Rpm B. 120 Rpm C. 400 Rpm D. 600 Rpm E. 800 Rpm B C 15. Pada transmisi syncrhomes susah untuk dihubungkan apakah penyebabbnya A. Counter Gear rusak B. Gigi tingkat rusak C. Poros input rusak D. Pengunci Release fork rusak E. Synchronizer ring rusak 16. Gambar dibawah ini yang menunjukkan pemeriksaan run out ring gear adalah A. 1 B. 2 C. 1 dan 2 D. 3 E. 2 dan 3 17. Pada saat melakukan pengukuran preload akhir A. Drive pinion harus sudah terpasang B. Semua komponen diferensial terpasang C. Ring gear harus terpasang D. Flens terpasang E. Syncrhomes terpasang 18. Gambar dibawah poros axel berperan hanya memutar roda saja ditunjukkann oleh gambar no A. 1 B. 2 C. 3 D. 1dan 2 E. 2 dan 3 19. Bearing cup ditunjukkan oleh no A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 20. Angka 14 pada spesifikasi ban seperti 195/70 R 14 86 H menunjukkan ... A. Lebar ban dalam Inchi B. Lebar ban dalam mm C. Aspek ratio dalam % D. Aspek ratio dalam Inchi E. Diameter pelek dalam inchi 21. Akibat tekanan ban berlebihan A. Bahan bakar menjadi lebih boros B. Kemudi berat C. Tepi ban lebih cepat aus D. Tread cepat aus E. Pada kecepatan tinggi terjadi standing wave 22. Jenis dan konstruksi rem tipe leading dan trailing pada gambar dibawah, apabila digunakan maju terus maka 23. Pada gambar di bawah untuk menyetel tinggi pedal dan gerak bebas pedal rem adalah A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 24. Gambar di bawah no 1,2,3, menunjukkan A. Ball joint, tie rod, rack B. Ball joint,pinion gear, rack C. Tie rod end,tie rod,pinion gear D. Tie rod, rack, pinion gear E. Ball joint,penutup debu,rack 25. Penyetelan backlash pada steering gear yang kurang mengakibatkan A. Free play roda kemudi tidak ada B. Kebebasan roda kemudi berlebih C. Kemudi tidak responsive D. Kemudi cenderung belok kanan E. Kemudi cenderung belok kiri 26. Saat kendaraan berjalan kemudi terlalu responsif,perlu perbaikan pada A. Kebebasan roda kemudi B. Stabilizer C. Shock absorber D. Stering Main shaft E. Stering Knuckel 27. Gambar no 6,7, dan 8 Menunjukkan A. Shock absorber,spring, lower arm B. Shock absorber, lower ball joint,spring C. Spring,ball joint,Lower arm D. Spring, Lower arm, ball joint E. Steering knuckle,upper arm, lower arm 28. Tidak termasuk perawatan suspensi independent A. Memeriksa kekencangan baut baut suspensi B. Memberikan stempet pada komponen balljoint menggunakan alat khusus (greesgun) C. Memeriksa kerataan upper arm D. Memeriksa dust cover dari kerusakan atau sobek E. Memeriksa kerja shock absorber dari kemungkinan terjadi kebocoran 29. Pada saat lampu tanda belok dinyalakan ke posisi kanan lampu depan nyala tapi redup sedangkan lampu belakang mati apakah penyebabnya A. Massa /ground putus B. Kabel putus C. Sekring putus D. Relay mati E. Massa/ground kurang 30. Untuk mengoperasikan lampu jauh ( pengendali positif), maka rangkaian harus dihubungkan melalui terminal A. 3-4-5-6-7-11 B. 3-4-5-6-7-10 C. 3-4-5-6-7-9 D. 3-4-5-6-8-9 E. 3-4-5-6-8-10 7 8 56b Dimmer swit 6 4 5 31. Pada saat kendaraan bergerak mundur lampu tanda mundur tidak menyala, setelah di periksa arus listrik dari ACC pada kunci kontak ada tetapi tidak sampai ke lampu, sedangkan lampu diperiksa tidak putus , bagian apakah yang mengalami kerusakan ,. A. Skring B. Relay C. Saklar mundur D. Combinatin swit E. Dimmer swit 32. Gambar di bawah secara berurutan no. 2,3 dan 6 adalah A. IG,L,E B. IG,N,E C. L,IG,B D. L,B,IG E. L,B,E 33. Saat mesin distart pinion gear bergerak maju dan terhubung dengan ring gear motor stater dapat berputar namun tidak mampu memutar ring gear, kemungkinan kerusakan pada A. Over running clutch B. Field coil C. Armature Coil D. Hold In coil E. Pull in coil 34. Sistem pengisian dengan regulator 2 unit, saat kunci kontak ’ON’ lampu indicator mati, perlu perbaikan pada A. Indikator lamp B. Voltage regulator C. Voltage relay D. Kunci kontak E. Altenator 35. Komponen sistem AC yang berperan untuk menyerap kandungan air yang masuk kedalam sistem dan menyaring kotoran A. Kompresor B. Receiver dryer C. Condenser D. Expansion valve E. Evapurator 36. Kondisi freon pada no 3 sampai 4 saaat mesin hidup adalah 9 8 1 7 3 6 2 4 A. Cairan tekanan rendah dan temperature rendah B. Gas tekanan rendah dan temperature rendah C. Gas tekanan tinggi dan temperature tinggi D. Cairan tekanan dan temperaturnya tinggi E. Gas tekanan tinggi dan temperaturnya rendah 37. Pengukuran tekanan SISTEM AC menggunakan manifold gauge menunjukkan tekanan Lo rendah dan tekanan Hi sangat tinggi saat mesin hidup dan AC dihidupkan, saat AC dimatikan tekanan Lo tetap rendah dan Hi tetap tinggi, apakah penyebabnya A. Pipa bocor B. Evapurator rusak C. Expansion valve rusak /AC Kemasukan uap air D. Kompresor rusak E. Condenser Rusak 38. Gambar di bawah aliran sistem pengapian A. 1-2-3-4-5-6-7-8 B. 1-3-2-6-4-7-5-8 C. 1-3-2-5-4-6-7-8 D. 1-3-2-6-4-5-7-8 E. 1-3-2-6-4-7-5-8 39. Apabila pengapian terlalu maju pada pengapian konvensional, maka penyetelan dilakukan dengan cara A. Merapatkan celah platina B. Merenggangkan celah platina C. Memutar body distributor searah putaran rotor D. Memutar body distributor berlawanan putaran rotor E. Memutar rotor searah berlawanan jarum jam 40. Hasil pengukuran berat jenis baterai menunjukkan 1,260 dan temperature 0ºC, berapakah berat jenis baterai tersebut A. 1,243 B. 1,244 C. 1,245 D. 1,246 E. 2,244 41. Besarnya tegangan dan ampere Baterai charger pada saat mengisi 2 buah baterai dengan kapasitas masing-masing 12 volt 60 AH secara seri adalah A. 12 Volt/ 6 ampere B. 12 Volt/60 Ampere C. 24 Volt/ 6 ampere D. 24 Volt/ 60 Ampere E. 12 volt/ 120 Ampere 42. Kapasitas baterai yang diperoleh jika baterai dirangkai paralel seperti pada gambar berikut... A. 12 V- 100 AH A B B. 12 V- 150 AH C. 24 V- 50 AH D. 24 V- 150 AH E. 24 V- 33,3 AH 12 V 12 V 50 AH 50 AH 43. Kode 23 pada kode batere 55 D 23 L , menunjukkan A. Posisi terminal positif B. Panjang baterai C. Lebar batere D. Kemampuan batere E. Tinggi batere 44. Gambar dibawah menunjukkan komponen A. Trioda B. Regulator C. Altenator D. Capasitor E. Transistor 45. Apabila silinder 1 Usaha, silinder 3 kompresi, FO 1-3-4-2, maka silinder no 2 dan 4 adalah A. Hisap-Kompresi B. Buang-Usaha C. Kompresi-Usaha D. Buang- Hisap E. Usaha-Hisap

Selasa, 31 Januari 2012

Est-Kalimantan

Avant l'entrée des tribus du Sarawak et les tribus, les immigrants provenant de l'extérieur de l'île, la région est très peu peuplée. Avant l'arrivée des Hollandais, il y avait plusieurs royaumes dans le Kalimantan oriental, tel est le royaume de Kutai (hindou), Martadipura ING Kutai Sultanat, le Sultanat de sable et le Sultanat Bouloungan. Le sable recouvre le territoire de Kalimantan Est, le Kutai, et Berau Karasikan a également affirmé que Suryanata Maharaja conquis le territoire, le gouverneur de Majapahit dans l'Etat Dipa (Amuntai) jusqu'à l'époque du sultanat de Banjar. Avant la Bungaya accord, le sultan de Makassar avait emprunté à un endroit de commerce de la terre couvre une superficie et à l'est sud-est de Bornéo à la Billah Sultan Mustain de Banjar lors Kiai Martasura envoyé à Makassar et a conclu une entente avec le sultan Tallo j'ai Mangngadaccinna Daeng, je Ba'le 'Sultan Mahmud Pattingalloang Karaeng [ 7], Mangkubumi et principal conseiller de Mohammed Sultan Said, le roi d'années Gowa 1638-1654 [8] [9] qui font de la région de Kalimantan Est comme un lieu d'échange pour le Sultanat d'Makassar (Gowa-Tallo) [7] depuis qu'il a commencé berdatanganlah origine ethnique Sulawesi du Sud. Depuis le 13 août 1787, Sunan Nata Nature de Banjar remis forment le Kalimantan Est et la société néerlandaise détenue COV par le Sultanat d'Banjar eux-mêmes avec le reste des territoires est devenue le protectorat hollandais COV. Selon les traités Janvier 1, 1817, le sultan Soliman la reddition de Banjar East Kalimantan, Kalimantan central, Kalimantan Ouest et une partie de Kalimantan du Sud (y compris Banjarmasin) pour les Indes orientales néerlandaises. Le 4 mai 1826, Adam sultan al-Watsiq Billah de soumission Banjar réitéré région de Kalimantan Est, le centre de Kalimantan, Kalimantan Ouest et une partie de Kalimantan du Sud aux Indes néerlandaises administration coloniale. [10] En 1846, les Néerlandais ont commencé à mettre l'assistant résident à l'Samarinda Borneo dans l'Est (maintenant la province de Kalimantan Est et la partie orientale de Kalimantan du Sud) a nommé H. Von Dewall. [11] Kalimantan Est fait partie des Indes orientales néerlandaises. [12] Kaltim 1800-1850. [13] En 1879, Kalimantan Est et de Tawau est Oosterschelde Afdeeling van Bornéo partie du Zuider Residentie fr Oosterafdeeling Bornéo camionnette. [14] En 1900, East Kalimantan est zelfbesturen (les dépendances) [15] En 1902, East Kalimantan est Afdeeling Koetei Kust en Noord-Oost van Bornéo. [16] [17] En 1942, un Afdeeling Samarinda East Kalimantan et Afdeeling Boeloengan fr Beraoe [18]. Kalimantan Est autres que comme une administration unifiée, ainsi que l'unité écologique et historique province. Kalimantan Est comme une région administrative créée par la loi n o 25 de 1956 avec l'ancien gouverneur est le APT Pranoto. Précédente Kalimantan Est est l'une des résidence de la province du Kalimantan. En conformité avec les aspirations du peuple, depuis 1956, a étendu son territoire en trois provinces, à savoir East Kalimantan, Kalimantan Sud et Kalimantan Ouest. Formation de province du Kalimantan oriental Niveau II régions dans la région de Kalimantan Est, établi en vertu de la loi n ° 27 En 1959, sur la création de l'échelon régional II à Bornéo (Statut n ° 9 de 1955). Journal officiel n ° 72 de 1959 se composait de: Formation de deux municipalités, à savoir: Municipalité Samarinda, avec son capital et Samarinda ainsi que la capitale de la province du Kalimantan oriental. Municipalité d'Aberdeen, la ville d'Aberdeen comme sa capitale et est la passerelle du Kalimantan oriental. Formation de quatre districts, à savoir: Kutai Régence, avec sa capitale Tenggarong District de sable, avec ses terres Grogot capitale. Berau district, avec sa capitale de Tanjung Redeb. Bouloungan district, avec sa capitale du Selor Tanjung.

soal sistem suspensi

Select the one correct, best, or most probable answer to each question.

1. Perhatikan gambar berikut ini :














2. Fungsi dari komponen suspensi yang ditunjukkan oleh nomor 3 dari gambar di atas adalah….
a. sebagai sumbu putaran roda pada saat kendaraan membelok
b. menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke boby kendaraan
c. menyerap goncangan
d. mengurang kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat kendaraan membelok
e. melindungi komponen –komponen suspensi pada saat pegas mengerut.

3. komponen suspensi yang berfungsi mempertahankan posisi lower arm agar tidak bergerak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan atau dorongan pada saat terjadi pengereman pada gambar diatas ditunjukkan oleh nomor…..
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

4. Di bawah ini adalah tipe-tipe pegas yang biasa digunakan pada kendaraan penumpang, kecuali….
a. coil spring c. leaf spring e. pegas hidropneumatis
b. shock absorber d. torsion bar spring

5. Karakteristik pegas:
a. Langkah pemegasan panjang
b. Tidak dapat meredam getaran sendiri
c. Tidak dapat menerima gaya horisontal (perlu lengan-lengan)
d. Energi beban yang diabsorsi lebih besar daripada pegas daun
e. Dapat dibuat pegas lembut
Tipe pegas yang memiliki karakteristik di atas adalah…
a. coil spring c. leaf spring e. pegas hidropneumatis
b. shock absorber d. torsion bar spring

6. Pegas yang bekerja berdasarkan prinsip puntiran adalah…..
a. coil spring c. leaf spring e. pegas hidropneumatis
b. shock absorber d. torsion bar spring

7. Komponen system suspensi yang berfungsi sebagai sumbu putaran roda pada saat membelok adalah….
a. ball joint c. bumper e. torsion bar
b. strut bar d. stabilizer

8. Gerakan kendaraan yang terjadi ketika kendaraan melalui jalan yang bertonjolan atau lubang. atau terjadi pada kendaraan yang pegasnya lemah yang mengakibatkan kendaraan Mengangguk / bodi berputar mengelilingi sumbu Y di sebut…..
a. Bounching c. pitching e. a,b,c,d benar
b. Rolling d. yawing





9. Karakteristik system suspensi :
1. Gerakan salah satu roda tidak mempengaruhi roda lain
2. Konstruksi agak rumit
3. Pegas dapat dikonstruksi lembut
4. Gerakan salah satu roda mempengaruhi roda lain
5. Perawatan lebih mudah
Yang bukan termasuk karekteristik system suspensi rigid adalah…….
a. 1, 3, 5 c. 3, 5 e. 1, 2, 3
b. 1, 4, 5 d. 3, 4, 5
10. Berikut ini adalah jenis system suspensi yang biasa di gunakan untuk roda belakang, kecuali….
a. tipe double wishbone c. tipe macpherson e. tipe semi trailing
b. tipe 4 link d. tipe pegas daun parallel

essai
1. Jelaskan fungsi dari system suspensi !
2. Bagaimanakah cara kerja dari shock absorber? Bila perlu jelaskan dengan gambar.
3. Jelaskan kelebihan dari suspensi independent daripada suspensi rigid!
4. Dilihat dari segi konstruksi, apa yang membedakan secara pokok antara suspensi independen type Mac. Pherson dengan suspensi independen type wishbone?
5. Berikan penjelasan tanda – tanda yang mudah atau sering terjadi pada kendaraan jika peredam getaran sudah tidak berfungsi/mati!

Pengabdian guru

Profesionalisme Guru Antara Kualitas, Gaji, dan Pengabdian.

Minggu, 29 Januari 2012

PENGGUNAAN MULTITESTER

Multi tester (AVO) adalah salah satu alat untuk mengetes kelistrikan. Penggunaannya sangat luas sekali, untuk mengukur tegangan baik DC maupun AC, pengukuran arus, tahanan dan untuk memeriksa hubungan kelistrikan dari suatu komponen. Pada dasarnya ada 2 jenis Multi tester, tester model digital dimana penunjukkan hasil pengukurannya langsung dengan angka-angka, dan tester model jarum (jarum analog) hasil pengukuran ditunjukkan oleh sebuah jarum. Pada modul ini hanya akan dibahas mengenai Multi tester model Analog. Multi tester analog banyak macamnya dipasaran, tetapi prinsip pengoperasiannya hampir sama semua. Mengukur Tegangan DC. Daerah pengukuran tegangan DC adalah dari 0 – 1000 Volt. Hubungkan kabel pengetesan (test lead) warna merah keterminal positif tester dan kabel warna hitam ke terminal negatif tester. Posisikan range selektor pada salah satu daerah DCV dengan pilihan (0,5, 2,5, 10, 50, 250, 1000, Volt). Lihat tebel dibawah. Range Tegangan yang dapat di ukur 0,5 0 – 0,5 Volt. 2,5 0,5 – 2,5 Volt. 10 2,5 – 10 Volt. 50 10 – 50 Volt. 250 50 – 250 Volt. 1000 250 – 1000 Volt Pemilihan range sangat menentukan keakuratan dari hasil pengukuran dan keamanan alat. Bila range tester terlalu besar dengan tegangan yang diukur akan berakibat tidak akurat (salah pembacaan). Bila range terlalu kecil dengan tegangan yang diukur, akan berakibat tester rusak. Maka kita harus bisa memperkirakan seberapa besar tegangan yang akan kita ukur. Baru setelah itu kita posisikan range pada posisi di atas tegangan yang diperkirakan tadi (tegangan yang mau diukur). Bila kita tidak tahu berapa besar tegangan yang akan diukur lebih baik kita posisikan range pada posisi yang besar lalu kalau penunjukkan jarum sedikit (sulit dibaca), maka kita bisa mengurangi posisi range, begitu seterusnya sampai penunjukkan jarum dapat dibaca dengan mudah. Dimana cara pengukurannya dilakukan dengan memparalel alat ukur dengan beban (tegangan beban yang mau diukur). Kabel yang berwarna merah dari terminal positif Multi tester ke terminal positif dari sumber arus dan kabel pengetes berwarna hitam dari terminal negatif Multi tester dihubungkan ke terminal negatif dari sumber arus. Selanjutnya bacalah tegangan pada skala DC dengan bantuan tabel dibawah ini. Range position Skala yang dibaca Hasilnya kalikan dengan 0,5 V 50 X 0,01 2,5 V 250 X 0,01 10 V 10 X 1 50 V 50 X 1 250 V 250 X 1 1000 V 10 X 100 Mengukur tegangan AC. Daerah pengukuran tegangan dari 0 – 1000 Volt, cara pembacaan sama dengan pengukuran DC Volt, dan kabel pengetesan (tes lead) bisa dibolak balik.Tentukan selektor pada posisi AC Volt. Tabel dibawah ini untuk patokan dalam hal pemilihan Range. Range Tingkat keakuratan dan batas max pengukuran 10 V 0 – 10 V 20 V 10 – 50 V. 250 V 50 – 250 V 1000 V 250 – 1000 V Bila sudah menentukan range pada posisi AC Volt. Kemudian hubungkan kabel pengukur (test lead) secara paralel pada bagian yang akan diperiksa dan bacalah skala VAC (ACV) yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk dengan bantuan tabel dibawah ini. Range position Skala yang dibaca Hasilnya kalikan dengan AC 10 V AC 10 V 10 X 1 AC 50 V 50 X 1 AC 250 V ACV 250 X 1 AC 1000 V 10 X 100 Mengukur arus DC. Untuk Multi tester type tersebut diatas hanya mempunyai daerah ukur 0-250 mA jadi maksimum pengukuran 250 mA. Supaya bisa dipakai untuk arus yang lebih tinggi digunakan komponen bantu. Mengukur arus DC dari 0-250 mA. Setel selektor ke 250 mA DC kemudian putuskan arus listrik pada titik tertentu pada komponen yang akan kita ukur (contoh titik positif) lalu hubungkan secara seri dengan Multi tester dengan cara kabel pengukur yang berwarna merah (dari terminal positif tester) ke terminal positif sumber arus, dan kabel pengukur yang berwarna hitam (dari terminal positif tester) ke terminal yang kita putus tadi., Skalanya DCA (ADC) yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk. Pengetesan hubungan Dalam pemeriksaan hubungan kelistrikan, kita bisa menggunakan Multi meter dalam Ohm, range selektor pada posisi X1. Kalibrasi skala selalu kita lakukan. Kemudian kita bisa melakukan pengetesan suatu hubungan, yang berada diantara kabel pengetes (test lead) Hubungan akan semakin baik bila jarum menunjuk ke kanan ke arah 0  (sesuai dengan keadaan waktu kalibrasi) dan semakin jauh dengan keadaan waktu kalibrasi (ke kiri), hubungan semakin jelek (ada hambatan). Penting Dalam mengukur tahanan atau pengecekan hubungan hanya boleh dilakukan bila seluruh hubungan komponen dilepaskan dari arus kelistrikan (open cirkuit). Bila tidak, arus akan mengalir ke tester dan dapat membakar tahanan koil di dalam alat ukur.