This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 07 Februari 2012

SOAL TEORI KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF


SOAL TEORI KEJURUAN OTOMOTIF 
1.       Fungsi suspensi adalah seperti dibawah ini, kecuali

a.       Menghantarkan gerakan roda dari kendaraan ke jalan
b.       Mengabsorsi dan meredam getaran bodi akibat kondisi jalan
c.        Menghantarkan gerakan roda dari kendaraan ke jalan
d.       Mengabsorsi dan meredam getaran bodi akibat kondisi jalan
e.        supaya kendaraan yang dikendarai dapat berjalan dengan maju dan mundur sehingga kenyamanan dan keamanan terjamin

2.       Keuntungan suspensi independen dibanding suspensi aksel rigid adalah sebagai berikut, kecuali

a.       Gerakan salah satu roda tidak mempengaruhi roda yang lain
b.       Membutuhkan sedikit tempat
c.        Titik berat kendaraan dapat lebih rendah, sehingga aman dan nyaman     untuk kendaraan
d.       Daya pemegasan dapat lebih lembut
e.        Sebagai penghubung antara roda dengan chasis atau bodi kendaraan

3.       Pernyataan dibawah ini penyebab kopling bergetar adalah sebagai berikut, kecuali..

a.       Pegas kopling lemah.
b.       Drag lager lemah.
c.        Kontak permukaan disc rusak
d.       Clutch disc habis.
e.        Torsion rubber

4.       Dibawah ini adalah komponen-komponen pengoperasian kopling sistem hidrolik, kecuali
a.       Master silinder kopling.
b.       Silinder kopling .
c.        Pipa hidrolik
d.       Pegas pengendali pedal kopling.
e.        Pedal kopling

5.       Sebutkan type gigi kemudi seperti gambar di bawah

a.       Bola bersirkulasi
b.       Roll dan cacing
c.        mur baut bersirkulasi
d.       rak dan pinion
e.        Nut and worm

6.       Nama bagian-bagiannya Gigi kemudi type rak dan pinion

a.       1.Baut penyetel 2 Pinion 3Rack.. 4Rack end5. Unit gigi kemudi 6. Tie rod end
b.       1. Baut penyetel 2 Pinion 3Rack.. 4Rack end.5 Tie rod end 6.Unit gigi kemudi
c.        1. Baut penyetel 2 Pinion 3Rack..4. Tie rod end 5.Rack end.6.Unit gigi kemudi
d.       1.Pinion 2.Rack..3.Rack end.4.Unit gigi kemudi 5.Tie rod end. 6. Baut penyetel
e.        1.Rack.. 2.Rack end3.Unit gigi kemudi 4. Tie rod end. 5.Baut penyetel 6.Pinion

7.       Apabila kombinasi 2 roda gigi A dan B, dimana A < B, maka pernyataan berikut benar, kecuali
a. Kecepatan B terhadap A berkurang.
b. Momen B terhadap A berkurang.
c. Arah putaran berlawanan.
d. Jawaban a dan c benar.
e. Jawaban a dan c salah

8. Konstruksi synkromes terdiri dari komponen berikut, kecuali....
a.   Shifting key.
b.   Clutch hub.
c.   Lock-Up clutch.
d.   Pump impeler .
e.   Synkromes gear




9.     Sebutkan nama komponen berikut
a. 1.Pinion gear. 2.Rumah differensial. 3. Ring gear. 4. Gigi satelit.5.Gigi samping.
b. 1. Rumah differensial. 2. Ring gear. 3. Gigi satelit.4.Gigi samping.5.Pinion gear
c. 1.Pinion gear. 2. Rumah differensial. 3. Ring gear.4. Gigi samping.5.Gigi satelit
d. 1. Ring gear. 2. Gigi satelit.3.Gigi samping 4.Pinion gear. 5. Rumah differensial
e. 1.Pinion gear. 2.Rumah differensial. 3. Gigi satelit.4.Gigi samping 5. Ring gear.
10. Fungsi ring gear adalah…..
a.    Ring gear berfungsi untuk meneruskan putaran dari pinion gear dan memperbesar momen.
b.    Ring gear berfungsi untuk meneruskan putaran dari pinion gear.
c.     Ring gear berfungsi untuk meneruskan putaran dari propeller shaft dan memperbesar momen.
d.    Ring gear berfungsi untuk meneruskan putaran dari propeller shaft.
e.    Ring gear berfungsi untuk meneruskan putaran dari fly well dan memperbesar momen.
11. . Dibawah ini adalah type rem tromol, kecuali
a.     Type leading and trailing
b.     Type two leading
c.     Type duo servo
d.     Trailing leading shoe
e.    Type semi - floating (PS)

12. Penyebab rem menarik kesalah satu arah adalah sebagai berikut, kecuali
a. Sepatu rem terkena oli atau gemuk
b. Piston silinder rem macet
c. Penyetelan kampas rem tidak seimbang
d. Boster rem tidak berfungsi
e. Kampas rem rusak

13. . Difinisi Camber adalah sperti dibawah ini, kecuali

 








a.     Kemiringan roda bagian atas ke dalam atau keluar terhadap garis vertikal jika dilihat dari depan kendaraan
b. Kemiringan roda bagian atas ke dalam atau keluar terhadap garis vertikal jika dilihat dari atas kendaraan
c. Kemiringan roda bagian atas ke dalam atau keluar terhadap garis vertikal jika dilihat dari bawah kendaraan
d. Kemiringan roda bagian atas ke dalam atau keluar terhadap garis vertikal jika dilihat dari samping kendaraan
e. Kemiringan roda bagian bawah ke dalam atau keluar terhadap garis vertikal jika dilihat dari depan kendaraan

14. Difinisi toe adalah seperti dibawah ini, kecuali
 










a.    Selisih jarak antara roda depan bagian depan dengan roda depan bagian belakang jika dilihat dari atas kendaraan
     b.   Selisih jarak antara roda bagian depan dengan roda  belakang jika dilihat dari atas kendaraan
     c. Selisih jarak antara roda bagian depan dengan roda bagian belakang jika dilihat dari atas kendaraan
d. Selisih jarak antara roda bagian atas dengan roda bagian bawah jika dilihat dari atas kendaraan
    e. Selisih jarak antara roda bagian bawah dengan roda bagian atas jika dilihat dari adepan kendaraan
15. Dibawah ini adalah keuntungan axle shaft model rigid, kecuali

a. Konstruksi lebih kuat
b. Momen yang di hasilkan lebih besar
c. Cocok untuk kendaraan skala medium keatas
d. Pada saat kendaraan berjalan di jalan bergelombang lebih stabil
e. komponen lebih sederhana

16. Penyebab kebocoran oli pada poros axel belakang adalah sebagai berikut, kecuali.....

a. Permukaan oli terlalu tinggi
b.  Perapat oli aus
c. Beban kendaraan terlalu berlebihan
d. Gasket rusak
e. SAE olie tidak sesuai
17. Di bawah ini adalah bagian-bagian dari Thermostat, kecuali
  a.  Valve
  b.  Piston
  c.  Cylinder
  d.  Bypass hose
  e.  wax
18. Sirkulasi air pendingin yang menuju ke radiator,di salurkan melalui………

  a.  Upper hose
  b.  Hower hose
  c.  Bypass hose
  d.  Water jacket
  e.  Water pump
19. Bila sil 4. Top kompresi pada kijang seri 3K katup – katup yang disetel adalah
  a.  Sil 2 :   in, sil 3, ex & sil 4 : ex , in
  b.  Sil 2 :   ex, sil 3, in & sil 4 : ex , in
  c.  Sil 2 :   ex, sil 3, ex & sil 4 : ex , in
  d.  Sil 2 :   in, sil 3, in & sil 4 : ex , in
  e.  Sil 1 :   in, sil 3, in & sil 4 : ex , in

20. Letak terjadinya kebocoran kompresi oil hasil penyaluran sebelum dan sesudah di beri oil angkanya bertambah besar :
  a.  Cincin torak
  b.  Katup dan dudukan katup
  c.  Torak / piston
  d.  Perpak / perapat
  e.  Lubang busi
21. Kegiatan-kegiatan di bawah ini termasuk kegiatan pemeliharaan system pendingin kecuali :
  a.  Memeriksa ketingian air dalam radiator
  b.  Memeriksa sirkulasi air pendingin
  c.  Memeriksa tutup radiator
  d.  Memasang tali kipas
  e.  Memeriksa tutup radiator
22. Urutan pengaliran bahan bakar pada system bahan bakar diesel adalah…….
  1. Fuel tank –  fuel feed pump – fuel filter – injection pump – injection nozzle.
  2. Fuel tank– fuel filter – fuel feed pump – injection pump – injection nozzle.
  3. Fuel tank –fuel filter – injection pump – fuel feed pump –  injection nozzle.
  a.  Fuel tank – injection pump – fuel filter –  fuel feed pump – injection nozzle.
  b.  Fuel tank - fuel feed pump – injection nozzle– injection pump
23. Berikut ini adalah sifat – sifat utama solar kecuali :
A.    Berwarna kuning gelap,berbau, encer tidak mudah menyerap pada suhu normal
B.    Titik nyala 50º - 110º
C.    Berat jenis : 0,82 – 0,86
D.    Kadar belerang > 1 %
E.     Tidak nyala 40º-100º
24. Dibawah ini ciri – ciri batere yang masih baik, kecuali……….
                a)   Mempunyai berat jenis > 1,27 tiap cellnya
                b)   Tegangan > 12 Volt
                 c)   Air elektrolit diatas tanda lower tiap cellnya
                d)   Perbedaan tegangan tiap cellnya lebih dari 1 Volt.
                e)   Body tidak retak , cembung dan cekung.
25. Perbedaan berat jenis antar sel 0.040 atau lebih tindakan yang harus dilakukan adalah ......
                    a.  Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang
                    b.  Tidak Perlu Tindakan
                     c.  Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis.  Bila masih dibawah 1.210 ganti baterai
                    d.  Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila berat jenis antar sel melebihi 0.030, setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan, ganti baterai
                    e.  langsung diisi
26. Pada sistim lampu kepala yang menyala redup padahal rangkaian sudah benar, ini
diakibatkan karena
                            a.Masa menyambung tetapi tidak bersih
                              b.  Masa belum terpasang
                              c. Kabel dari relay 87 putus
                              d. Relay rusak
                              e. saklar putus
27. Komponen system lampu tanda belok yang berfungsi agar lampu mati nyala adalah…….
                       a.       Relay
                       b.       kapasitor
                       c.       Condenser
                       d.       transistor
                       e.       Flasher

28. Berapa ukuran Tahanan  Primer Coil pengapian model internal resister?

A.0,9 – 1,2 Ω
B.1,3 – 1,6 Ω
C.1,7 – 2,0 Ω
D.2,1 – 3,0 Ω
E.3,1 – 3,5 Ω
29. Ignition timming terlambat dapat disebabkan
      a.   Celah pemutus arus terlalu besar
      b.   Kontak pemutus aus
      c.   Membrane vakum advancer bocor.
      d.   Pegas sentrifugal advancer
      e.   Nok aus

30. Gambar dibawah ini menunjukan cara pemeriksaan…….
        a.                                            Kembalinya pinion
        b.                                            Dengan beban
         c.                                            Hold in coil
        d.                                            Tanpa beban
        e.                                            Pull in coil











31. Gambar dibawah ini menunjukan cara pemeriksaan……
a.     Kembalinya pinion
b.     Pull in coil
c.     Hold in coil
d.    Tanpa beban
e.     Dengan beban

32. .Pada waktu sistim pengisian berjalan  semestinya lampu  indicator pengisian yang berada dalam dasboart akan:
A.Berkedip kedip
B.Hidup
C.kadang hidup kadang mati
D.Mesin bekerja langsung lampu mati
E.Mesin bekerja sesaat kemudian lampu hidup

33. Jika kumparan voltage regulator putus yang terjadi adalah…….
a.    Tidak ada pengisian
b.    Pengisian berlebihan.
c.     Pengisian normal.
d.    Pegisian rendah
e.    Rotor terjadi kemagnetan

34. Pada waktu sistim pengisian berjalan  ternyata lampu  indicator pengisian hidup, ini berarti:
A.Alternator bekerja dengan baik
B.Alternator tidak bekerja
C.Alternator belum terpasang
D.Alternator bekerja dan  pengisian sangat kuat
E.Terjadi over load

35. Komponen Air Conditiion yang berufngsi untuk mendinginkan dan menyerap panas dari gas refrgrant yang telah ditekan oleh kompresor dinamakan.....
                a.    Condensor
                b.    Receiver
                 c.    Dryer
                d.    Evaporator
                e.    Expansion Valve


36. Saat mengalir dari Filter ke Katup ekspansi, zat pendingin kondisi……
  1. dingin dan berbentuk cair
  2. bertekanan tinggi dan berbentuk gas
  3. dingin dan berbentuk gas
  4. bertekanan tinggi dan bebentuk cair.
  5. Panas berbentuk gas

37. Gambar dibawah ini merupakan komponen-komponen karburator dari system……
    1. kecepatan
    2. idler
    3. cuk
    4. percepatan
    5. pelampung

38. Gambar dibawah adalah cara pemeriksaan……..
a.     selenoid
b.     idle
c.     needle valve
d.     pemanas PTC
e.    katup power

39. Banyaknya  udara yang masuk ke intake chamber diukur dari kevakuman di intake manifold merupakan type…….
  1. L. Jetronic
  2. D. Jetronic
  3. F. Jetronic
  4. Jetronic
  5. G. Jetronic

40. sistem injeksi bahan bakar elektronik diantaranya ada sistem bahan bakar yang komponen terdiri dari kecuali....
a.     tangki bahan bakar
b.     pressure regulator
c.     pompa bahan bakar
d.    cold start injector
e.    throttle position

LELUCON

(Berarti buang kotoran pup juga ga bisa ya ..?) "MANDI = Rp2000 KENCING = Rp500 BAB
 (PAKE KENCING) = RP2000 BAB 
(GA PAKE KENCING) = RP 1500 
ALL IN ONE = Rp3000> - UDAH DISKON " (Kalo ga salah ini di toilet terminal Tirtonadi)
"KENCING - 1000 BERAK (DIKIT BANYAK) - 2000 BANYAK BANGET - 3000 DIKIT BANGET - TAHAN DULU "
 "boker 5 KALI, GRATIS 1 KALI boker DI HARI YANG SAMA!!" Hehehe .... 
Ada juga tulisan yang kayaknya disponsori lembaga lingkungan hidup. 
Terpampang kertas hasil ngeprint: "HABIS BUANG AIR HARAP disiram" Dibawahnya ada tulisan pake pulpen.
 "GO GREEN, NOT YELLOW" 
Ada juga yang puitis: "Air beriak TANDA TAK DALAM, HABIS BERAK HARAP disiram 
Trus ada yg Tertulis rapi di tembok pakai cat: "Buanglah KOTORAN PADA TEMPATNYA
"Terus ada yang ngejawab pakai pulpen "PANTAT GUA KAGAK MUAT DI kloset!!!
"Yg menarik dibawahnya ada yang nambahin: "GOBLOK LOE INI KAN kloset JONGKOK!!!
Ada yang iseng kasar ria pakai spidol : "JANGAN BACA TULISAN INI (SELAIN MONYET)
Trus ada yg Reply dibawahnya: "MAAF BABI, Udah Telanjur BACA!
Yang ikut baca, panas ini dan nambahin .....: "UDAH DONG, MONYET DAN BABI YANG AKUR YA ...
 " Ada juga yang lain lagi: "YANG BERAK DAN KENCING GAK nyiram = ANJING" Eh Terus dibawahnya ada yang komentar ...: "KALO GA BERAK GA KENCING IKUT nyiram GIMANA?
Trus Komentar selanjutnya: "ANJING KURANG KERJAAN. .. 
Ada juga yang membingungkan seperti yang terpasang di toilet kantor. Kan ada 2 Toilet sebelah, di salah satu pintu toilet sebelah tertulis: "TOILET RUSAK JANGAN DIPAKAI" ..... 
trus lucunya di pintu toilet sebelahnya ada yg iseng nempel ditulis pake print2an: "JANGAN DIPAKAI NANTI RUSAK JUGA" ... Wkwkwk.

SOAL TEORI KEJURUAN PRODUKTIF OTOMOTIF

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN PENJAJAKAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 201 1/2012 SMK NEGERI SOAL TEORI KEJURUAN 2 Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif Kode : 1289 Waktu : 120 Menit Jenis Soal : Pilihan Ganda Jumlah Soal : 45 Soal Hari / Tanggal : Kamis/ 2 Februari 2012 Petunjuk : 1. Kerjakan pada lembar jawaban yang disediakan dengan menggunakan Pensil 2 B! 2. Tulis Identitas Anda pada lembar jawaban Komputer yang tersedia! 3. Laporkan kepada petugas kalau terdapat tulisan yang kurang jelas, naskah rusak atau jumlah soal kurang! 4. Berikan tanda ● pada salah satu pilihan jawaban yang menurut Anda paling tepat! SOAL: 1. Pada pengukuran camshaft dibawah yang menunjukkan keovalan adalah A. 1-A B. 2-A C. 1-2 D. A-B E. 1-B 2. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tekanan pada sistem pendingin air pada mesin adalah A. Hidrometer B. Radiator cup tester C. Plastic gauge D. Dial indikator E. Conecting road aligner 3. Pada saat mesin hidup mesin terlalu panas padahal kipas pendingin bekerja normal apakah penyebabnya A. Thermostat rusak B. Sistem pendingin baik- baik saja C. Sistem pendingin bocor D. Water pump rusak E. Thermostat bekerja 4. Pada saat mesin bekerja mesin susah mencapai suhu kerja mesin dan air cepat habis, setelah dilakukan pemeriksaan menunjukkan tekanan radiator 1.2 Kg/cm2 dan tekanan tutup radiator menunjukkan tekanan 0,2 Kg/cm2 ,apakah penyebabnya A. Thermostat tidak bekerja ( menutup) B. Relief valve tidak bekerja (menutup) C. Relief Valve tidak bekerja (membuka) D. Vacum valve rusak (bocor) E. Water pump rusak 5. Sistem karburator dibawah ini angka 1-6-7-9-10 dan 12 menunjukkan A. Primary air bleder 1, float chamber, Economizer jet, idle mixture adjusting Screw, slow port, idle port B. Primary air bleder 1, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port C. Primary air bleder 2, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port D. Primary air bleder 1, primary mainjet, Economizer jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port E. Primary main air bleder, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port 6. Power piston bekerja pada saat A. Percepatan B. Beban berat C. Kecepatan tinggi jalan lurus D. Kecepatan rendah E. Kondisi Jalan turun 7. Pada saat injektor dites pada ujung nozle terjadi tetesan setelah injeksi apakah penyebabnya A. Plunyer aus B. Distance piece rusak C. Retaining nut kendor D. Pressure pin rusak E. Nedle valve aus 8. Berikut menunjukkan bahan bakar mulai tertekan dan akhir penekanan A. 1 dan 2 B. 2 dan 4 C. 3 dan 4 D. 4 dan 1 E. 1 dan 3 9. Langkah tune up Berikut dilakukan Pada saat mesin bensin masih dingin A. Menyetel celah katup, dan memeriksa sistem pendingin B. Saat pengapian, putaran mesin C. Saat pengapian, menyetel campuaran bahan bakar D. Putaran mesin, celah katup E. Celah katup, menyetel campuran bahan bakar 10. Pada saat top 4 katup mana sajakah yang boleh disetel A. Silinder 1 katup ex dan in B. Silinder 2 katup in C. Silinder 3 katup in D. Silinder 3 katup ex E. Silinder 4 in saja 11. Komponen no.2-6-7 dan 8 Menunjukkan A. Camshaft, push rod, rocker arm, batang katup B. Rocker arm, tapet, camshaft, push rod C. Tapet,camshaft,rocker arm, batang katup D. Push rod,cylinder head, tapet, rocker arm E. Push rod,cylinder head, batang katup, rocker arm 12. Gmbar di bawah pada bagian manakah untuk menyeteltinggi pedal kopling 13. Kerusakan yang terjadi Pada release bearing akan mengakibatkan A. Tenaga mesin berkurang B. Pemakaian bahan bakar lebih hemat C. Getaran pada body kendaraan D. Timbulnya suara abnormal E. Putaran mesin tidak stabil 14. Pada gambar berikut jumlah gigi transmisi pada roda gigi A= 8 Teeth, B= 16 Teeth, C= 4Teeth dan D= 24, bila putaran input shaft 4000 rpm, maka putaran output shaft adalah A. 60 Rpm B. 120 Rpm C. 400 Rpm D. 600 Rpm E. 800 Rpm B C 15. Pada transmisi syncrhomes susah untuk dihubungkan apakah penyebabbnya A. Counter Gear rusak B. Gigi tingkat rusak C. Poros input rusak D. Pengunci Release fork rusak E. Synchronizer ring rusak 16. Gambar dibawah ini yang menunjukkan pemeriksaan run out ring gear adalah A. 1 B. 2 C. 1 dan 2 D. 3 E. 2 dan 3 17. Pada saat melakukan pengukuran preload akhir A. Drive pinion harus sudah terpasang B. Semua komponen diferensial terpasang C. Ring gear harus terpasang D. Flens terpasang E. Syncrhomes terpasang 18. Gambar dibawah poros axel berperan hanya memutar roda saja ditunjukkann oleh gambar no A. 1 B. 2 C. 3 D. 1dan 2 E. 2 dan 3 19. Bearing cup ditunjukkan oleh no A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 20. Angka 14 pada spesifikasi ban seperti 195/70 R 14 86 H menunjukkan ... A. Lebar ban dalam Inchi B. Lebar ban dalam mm C. Aspek ratio dalam % D. Aspek ratio dalam Inchi E. Diameter pelek dalam inchi 21. Akibat tekanan ban berlebihan A. Bahan bakar menjadi lebih boros B. Kemudi berat C. Tepi ban lebih cepat aus D. Tread cepat aus E. Pada kecepatan tinggi terjadi standing wave 22. Jenis dan konstruksi rem tipe leading dan trailing pada gambar dibawah, apabila digunakan maju terus maka 23. Pada gambar di bawah untuk menyetel tinggi pedal dan gerak bebas pedal rem adalah A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 24. Gambar di bawah no 1,2,3, menunjukkan A. Ball joint, tie rod, rack B. Ball joint,pinion gear, rack C. Tie rod end,tie rod,pinion gear D. Tie rod, rack, pinion gear E. Ball joint,penutup debu,rack 25. Penyetelan backlash pada steering gear yang kurang mengakibatkan A. Free play roda kemudi tidak ada B. Kebebasan roda kemudi berlebih C. Kemudi tidak responsive D. Kemudi cenderung belok kanan E. Kemudi cenderung belok kiri 26. Saat kendaraan berjalan kemudi terlalu responsif,perlu perbaikan pada A. Kebebasan roda kemudi B. Stabilizer C. Shock absorber D. Stering Main shaft E. Stering Knuckel 27. Gambar no 6,7, dan 8 Menunjukkan A. Shock absorber,spring, lower arm B. Shock absorber, lower ball joint,spring C. Spring,ball joint,Lower arm D. Spring, Lower arm, ball joint E. Steering knuckle,upper arm, lower arm 28. Tidak termasuk perawatan suspensi independent A. Memeriksa kekencangan baut baut suspensi B. Memberikan stempet pada komponen balljoint menggunakan alat khusus (greesgun) C. Memeriksa kerataan upper arm D. Memeriksa dust cover dari kerusakan atau sobek E. Memeriksa kerja shock absorber dari kemungkinan terjadi kebocoran 29. Pada saat lampu tanda belok dinyalakan ke posisi kanan lampu depan nyala tapi redup sedangkan lampu belakang mati apakah penyebabnya A. Massa /ground putus B. Kabel putus C. Sekring putus D. Relay mati E. Massa/ground kurang 30. Untuk mengoperasikan lampu jauh ( pengendali positif), maka rangkaian harus dihubungkan melalui terminal A. 3-4-5-6-7-11 B. 3-4-5-6-7-10 C. 3-4-5-6-7-9 D. 3-4-5-6-8-9 E. 3-4-5-6-8-10 7 8 56b Dimmer swit 6 4 5 31. Pada saat kendaraan bergerak mundur lampu tanda mundur tidak menyala, setelah di periksa arus listrik dari ACC pada kunci kontak ada tetapi tidak sampai ke lampu, sedangkan lampu diperiksa tidak putus , bagian apakah yang mengalami kerusakan ,. A. Skring B. Relay C. Saklar mundur D. Combinatin swit E. Dimmer swit 32. Gambar di bawah secara berurutan no. 2,3 dan 6 adalah A. IG,L,E B. IG,N,E C. L,IG,B D. L,B,IG E. L,B,E 33. Saat mesin distart pinion gear bergerak maju dan terhubung dengan ring gear motor stater dapat berputar namun tidak mampu memutar ring gear, kemungkinan kerusakan pada A. Over running clutch B. Field coil C. Armature Coil D. Hold In coil E. Pull in coil 34. Sistem pengisian dengan regulator 2 unit, saat kunci kontak ’ON’ lampu indicator mati, perlu perbaikan pada A. Indikator lamp B. Voltage regulator C. Voltage relay D. Kunci kontak E. Altenator 35. Komponen sistem AC yang berperan untuk menyerap kandungan air yang masuk kedalam sistem dan menyaring kotoran A. Kompresor B. Receiver dryer C. Condenser D. Expansion valve E. Evapurator 36. Kondisi freon pada no 3 sampai 4 saaat mesin hidup adalah A. Cairan tekanan rendah dan temperature rendah B. Gas tekanan rendah dan temperature rendah C. Gas tekanan tinggi dan temperature tinggi D. Cairan tekanan dan temperaturnya tinggi E. Gas tekanan tinggi dan temperaturnya rendah 37. Pengukuran tekanan SISTEM AC menggunakan manifold gauge menunjukkan tekanan Lo rendah dan tekanan Hi sangat tinggi saat mesin hidup dan AC dihidupkan, saat AC dimatikan tekanan Lo tetap rendah dan Hi tetap tinggi, apakah penyebabnya A. Pipa bocor B. Evapurator rusak C. Expansion valve rusak /AC Kemasukan uap air D. Kompresor rusak E. Condenser Rusak 38. Gambar di bawah aliran sistem pengapian A. 1-2-3-4-5-6-7-8 B. 1-3-2-6-4-7-5-8 C. 1-3-2-5-4-6-7-8 D. 1-3-2-6-4-5-7-8 E. 1-3-2-6-4-7-5-8 39. Apabila pengapian terlalu maju pada pengapian konvensional, maka penyetelan dilakukan dengan cara A. Merapatkan celah platina B. Merenggangkan celah platina C. Memutar body distributor searah putaran rotor D. Memutar body distributor berlawanan putaran rotor E. Memutar rotor searah berlawanan jarum jam 40. Hasil pengukuran berat jenis baterai menunjukkan 1,260 dan temperature 0ºC, berapakah berat jenis baterai tersebut A. 1,243 B. 1,244 C. 1,245 D. 1,246 E. 2,244 41. Besarnya tegangan dan ampere Baterai charger pada saat mengisi 2 buah baterai dengan kapasitas masing-masing 12 volt 60 AH secara seri adalah A. 12 Volt/ 6 ampere B. 12 Volt/60 Ampere C. 24 Volt/ 6 ampere D. 24 Volt/ 60 Ampere E. 12 volt/ 120 Ampere 42. Kapasitas baterai yang diperoleh jika baterai dirangkai paralel seperti pada gambar berikut... A. 12 V- 100 AH A B B. 12 V- 150 AH C. 24 V- 50 AH D. 24 V- 150 AH E. 24 V- 33,3 AH 12 V 12 V 50 AH 50 AH 43. Kode 23 pada kode batere 55 D 23 L , menunjukkan A. Posisi terminal positif B. Panjang baterai C. Lebar batere D. Kemampuan batere E. Tinggi batere 44. Gambar dibawah menunjukkan komponen A. Trioda B. Regulator C. Altenator D. Capasitor E. Transistor 45. Apabila silinder 1 Usaha, silinder 3 kompresi, FO 1-3-4-2, maka silinder no 2 dan 4 adalah A. Hisap-Kompresi B. Buang-Usaha C. Kompresi-Usaha D. Buang- Hisap E. Usaha-Hisap

SOAL UJIAN TEORI KEJURUAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN PENJAJAKAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 201 1/2012 SMK NEGERI SOAL TEORI KEJURUAN 2 Jenjang Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif Kode : 1289 Waktu : 120 Menit Jenis Soal : Pilihan Ganda Jumlah Soal : 45 Soal Hari / Tanggal : Kamis/ 2 Februari 2012 Petunjuk : 1. Kerjakan pada lembar jawaban yang disediakan dengan menggunakan Pensil 2 B! 2. Tulis Identitas Anda pada lembar jawaban Komputer yang tersedia! 3. Laporkan kepada petugas kalau terdapat tulisan yang kurang jelas, naskah rusak atau jumlah soal kurang! 4. Berikan tanda ● pada salah satu pilihan jawaban yang menurut Anda paling tepat! SOAL: 1. Pada pengukuran camshaft dibawah yang menunjukkan keovalan adalah A. 1-A B. 2-A C. 1-2 D. A-B E. 1-B 2. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tekanan pada sistem pendingin air pada mesin adalah A. Hidrometer B. Radiator cup tester C. Plastic gauge D. Dial indikator E. Conecting road aligner 3. Pada saat mesin hidup mesin terlalu panas padahal kipas pendingin bekerja normal apakah penyebabnya A. Thermostat rusak B. Sistem pendingin baik- baik saja C. Sistem pendingin bocor D. Water pump rusak E. Thermostat bekerja 4. Pada saat mesin bekerja mesin susah mencapai suhu kerja mesin dan air cepat habis, setelah dilakukan pemeriksaan menunjukkan tekanan radiator 1.2 Kg/cm2 dan tekanan tutup radiator menunjukkan tekanan 0,2 Kg/cm2 ,apakah penyebabnya A. Thermostat tidak bekerja ( menutup) B. Relief valve tidak bekerja (menutup) C. Relief Valve tidak bekerja (membuka) D. Vacum valve rusak (bocor) E. Water pump rusak 5. Sistem karburator dibawah ini angka 1-6-7-9-10 dan 12 menunjukkan A. Primary air bleder 1, float chamber, Economizer jet, idle mixture adjusting Screw, slow port, idle port B. Primary air bleder 1, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port C. Primary air bleder 2, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port D. Primary air bleder 1, primary mainjet, Economizer jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port E. Primary main air bleder, primary mainjet, Slow jet, idle mixture adjusting screw, Idle port, slow port 6. Power piston bekerja pada saat A. Percepatan B. Beban berat C. Kecepatan tinggi jalan lurus D. Kecepatan rendah E. Kondisi Jalan turun 7. Pada saat injektor dites pada ujung nozle terjadi tetesan setelah injeksi apakah penyebabnya A. Plunyer aus B. Distance piece rusak C. Retaining nut kendor D. Pressure pin rusak E. Nedle valve aus 8. Berikut menunjukkan bahan bakar mulai tertekan dan akhir penekanan A. 1 dan 2 B. 2 dan 4 C. 3 dan 4 D. 4 dan 1 E. 1 dan 3 9. Langkah tune up Berikut dilakukan Pada saat mesin bensin masih dingin A. Menyetel celah katup, dan memeriksa sistem pendingin B. Saat pengapian, putaran mesin C. Saat pengapian, menyetel campuaran bahan bakar D. Putaran mesin, celah katup E. Celah katup, menyetel campuran bahan bakar 10. Pada saat top 4 katup mana sajakah yang boleh disetel A. Silinder 1 katup ex dan in B. Silinder 2 katup in C. Silinder 3 katup in D. Silinder 3 katup ex E. Silinder 4 in saja 11. Komponen no.2-6-7 dan 8 Menunjukkan A. Camshaft, push rod, rocker arm, batang katup B. Rocker arm, tapet, camshaft, push rod C. Tapet,camshaft,rocker arm, batang katup D. Push rod,cylinder head, tapet, rocker arm E. Push rod,cylinder head, batang katup, rocker arm 12. Gmbar di bawah pada bagian manakah untuk menyeteltinggi pedal kopling 13. Kerusakan yang terjadi Pada release bearing akan mengakibatkan A. Tenaga mesin berkurang B. Pemakaian bahan bakar lebih hemat C. Getaran pada body kendaraan D. Timbulnya suara abnormal E. Putaran mesin tidak stabil 14. Pada gambar berikut jumlah gigi transmisi pada roda gigi A= 8 Teeth, B= 16 Teeth, C= 4Teeth dan D= 24, bila putaran input shaft 4000 rpm, maka putaran output shaft adalah A. 60 Rpm B. 120 Rpm C. 400 Rpm D. 600 Rpm E. 800 Rpm B C 15. Pada transmisi syncrhomes susah untuk dihubungkan apakah penyebabbnya A. Counter Gear rusak B. Gigi tingkat rusak C. Poros input rusak D. Pengunci Release fork rusak E. Synchronizer ring rusak 16. Gambar dibawah ini yang menunjukkan pemeriksaan run out ring gear adalah A. 1 B. 2 C. 1 dan 2 D. 3 E. 2 dan 3 17. Pada saat melakukan pengukuran preload akhir A. Drive pinion harus sudah terpasang B. Semua komponen diferensial terpasang C. Ring gear harus terpasang D. Flens terpasang E. Syncrhomes terpasang 18. Gambar dibawah poros axel berperan hanya memutar roda saja ditunjukkann oleh gambar no A. 1 B. 2 C. 3 D. 1dan 2 E. 2 dan 3 19. Bearing cup ditunjukkan oleh no A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 20. Angka 14 pada spesifikasi ban seperti 195/70 R 14 86 H menunjukkan ... A. Lebar ban dalam Inchi B. Lebar ban dalam mm C. Aspek ratio dalam % D. Aspek ratio dalam Inchi E. Diameter pelek dalam inchi 21. Akibat tekanan ban berlebihan A. Bahan bakar menjadi lebih boros B. Kemudi berat C. Tepi ban lebih cepat aus D. Tread cepat aus E. Pada kecepatan tinggi terjadi standing wave 22. Jenis dan konstruksi rem tipe leading dan trailing pada gambar dibawah, apabila digunakan maju terus maka 23. Pada gambar di bawah untuk menyetel tinggi pedal dan gerak bebas pedal rem adalah A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 3 dan 5 E. 4 dan 5 24. Gambar di bawah no 1,2,3, menunjukkan A. Ball joint, tie rod, rack B. Ball joint,pinion gear, rack C. Tie rod end,tie rod,pinion gear D. Tie rod, rack, pinion gear E. Ball joint,penutup debu,rack 25. Penyetelan backlash pada steering gear yang kurang mengakibatkan A. Free play roda kemudi tidak ada B. Kebebasan roda kemudi berlebih C. Kemudi tidak responsive D. Kemudi cenderung belok kanan E. Kemudi cenderung belok kiri 26. Saat kendaraan berjalan kemudi terlalu responsif,perlu perbaikan pada A. Kebebasan roda kemudi B. Stabilizer C. Shock absorber D. Stering Main shaft E. Stering Knuckel 27. Gambar no 6,7, dan 8 Menunjukkan A. Shock absorber,spring, lower arm B. Shock absorber, lower ball joint,spring C. Spring,ball joint,Lower arm D. Spring, Lower arm, ball joint E. Steering knuckle,upper arm, lower arm 28. Tidak termasuk perawatan suspensi independent A. Memeriksa kekencangan baut baut suspensi B. Memberikan stempet pada komponen balljoint menggunakan alat khusus (greesgun) C. Memeriksa kerataan upper arm D. Memeriksa dust cover dari kerusakan atau sobek E. Memeriksa kerja shock absorber dari kemungkinan terjadi kebocoran 29. Pada saat lampu tanda belok dinyalakan ke posisi kanan lampu depan nyala tapi redup sedangkan lampu belakang mati apakah penyebabnya A. Massa /ground putus B. Kabel putus C. Sekring putus D. Relay mati E. Massa/ground kurang 30. Untuk mengoperasikan lampu jauh ( pengendali positif), maka rangkaian harus dihubungkan melalui terminal A. 3-4-5-6-7-11 B. 3-4-5-6-7-10 C. 3-4-5-6-7-9 D. 3-4-5-6-8-9 E. 3-4-5-6-8-10 7 8 56b Dimmer swit 6 4 5 31. Pada saat kendaraan bergerak mundur lampu tanda mundur tidak menyala, setelah di periksa arus listrik dari ACC pada kunci kontak ada tetapi tidak sampai ke lampu, sedangkan lampu diperiksa tidak putus , bagian apakah yang mengalami kerusakan ,. A. Skring B. Relay C. Saklar mundur D. Combinatin swit E. Dimmer swit 32. Gambar di bawah secara berurutan no. 2,3 dan 6 adalah A. IG,L,E B. IG,N,E C. L,IG,B D. L,B,IG E. L,B,E 33. Saat mesin distart pinion gear bergerak maju dan terhubung dengan ring gear motor stater dapat berputar namun tidak mampu memutar ring gear, kemungkinan kerusakan pada A. Over running clutch B. Field coil C. Armature Coil D. Hold In coil E. Pull in coil 34. Sistem pengisian dengan regulator 2 unit, saat kunci kontak ’ON’ lampu indicator mati, perlu perbaikan pada A. Indikator lamp B. Voltage regulator C. Voltage relay D. Kunci kontak E. Altenator 35. Komponen sistem AC yang berperan untuk menyerap kandungan air yang masuk kedalam sistem dan menyaring kotoran A. Kompresor B. Receiver dryer C. Condenser D. Expansion valve E. Evapurator 36. Kondisi freon pada no 3 sampai 4 saaat mesin hidup adalah 9 8 1 7 3 6 2 4 A. Cairan tekanan rendah dan temperature rendah B. Gas tekanan rendah dan temperature rendah C. Gas tekanan tinggi dan temperature tinggi D. Cairan tekanan dan temperaturnya tinggi E. Gas tekanan tinggi dan temperaturnya rendah 37. Pengukuran tekanan SISTEM AC menggunakan manifold gauge menunjukkan tekanan Lo rendah dan tekanan Hi sangat tinggi saat mesin hidup dan AC dihidupkan, saat AC dimatikan tekanan Lo tetap rendah dan Hi tetap tinggi, apakah penyebabnya A. Pipa bocor B. Evapurator rusak C. Expansion valve rusak /AC Kemasukan uap air D. Kompresor rusak E. Condenser Rusak 38. Gambar di bawah aliran sistem pengapian A. 1-2-3-4-5-6-7-8 B. 1-3-2-6-4-7-5-8 C. 1-3-2-5-4-6-7-8 D. 1-3-2-6-4-5-7-8 E. 1-3-2-6-4-7-5-8 39. Apabila pengapian terlalu maju pada pengapian konvensional, maka penyetelan dilakukan dengan cara A. Merapatkan celah platina B. Merenggangkan celah platina C. Memutar body distributor searah putaran rotor D. Memutar body distributor berlawanan putaran rotor E. Memutar rotor searah berlawanan jarum jam 40. Hasil pengukuran berat jenis baterai menunjukkan 1,260 dan temperature 0ºC, berapakah berat jenis baterai tersebut A. 1,243 B. 1,244 C. 1,245 D. 1,246 E. 2,244 41. Besarnya tegangan dan ampere Baterai charger pada saat mengisi 2 buah baterai dengan kapasitas masing-masing 12 volt 60 AH secara seri adalah A. 12 Volt/ 6 ampere B. 12 Volt/60 Ampere C. 24 Volt/ 6 ampere D. 24 Volt/ 60 Ampere E. 12 volt/ 120 Ampere 42. Kapasitas baterai yang diperoleh jika baterai dirangkai paralel seperti pada gambar berikut... A. 12 V- 100 AH A B B. 12 V- 150 AH C. 24 V- 50 AH D. 24 V- 150 AH E. 24 V- 33,3 AH 12 V 12 V 50 AH 50 AH 43. Kode 23 pada kode batere 55 D 23 L , menunjukkan A. Posisi terminal positif B. Panjang baterai C. Lebar batere D. Kemampuan batere E. Tinggi batere 44. Gambar dibawah menunjukkan komponen A. Trioda B. Regulator C. Altenator D. Capasitor E. Transistor 45. Apabila silinder 1 Usaha, silinder 3 kompresi, FO 1-3-4-2, maka silinder no 2 dan 4 adalah A. Hisap-Kompresi B. Buang-Usaha C. Kompresi-Usaha D. Buang- Hisap E. Usaha-Hisap

Selasa, 31 Januari 2012

Est-Kalimantan

Avant l'entrée des tribus du Sarawak et les tribus, les immigrants provenant de l'extérieur de l'île, la région est très peu peuplée. Avant l'arrivée des Hollandais, il y avait plusieurs royaumes dans le Kalimantan oriental, tel est le royaume de Kutai (hindou), Martadipura ING Kutai Sultanat, le Sultanat de sable et le Sultanat Bouloungan. Le sable recouvre le territoire de Kalimantan Est, le Kutai, et Berau Karasikan a également affirmé que Suryanata Maharaja conquis le territoire, le gouverneur de Majapahit dans l'Etat Dipa (Amuntai) jusqu'à l'époque du sultanat de Banjar. Avant la Bungaya accord, le sultan de Makassar avait emprunté à un endroit de commerce de la terre couvre une superficie et à l'est sud-est de Bornéo à la Billah Sultan Mustain de Banjar lors Kiai Martasura envoyé à Makassar et a conclu une entente avec le sultan Tallo j'ai Mangngadaccinna Daeng, je Ba'le 'Sultan Mahmud Pattingalloang Karaeng [ 7], Mangkubumi et principal conseiller de Mohammed Sultan Said, le roi d'années Gowa 1638-1654 [8] [9] qui font de la région de Kalimantan Est comme un lieu d'échange pour le Sultanat d'Makassar (Gowa-Tallo) [7] depuis qu'il a commencé berdatanganlah origine ethnique Sulawesi du Sud. Depuis le 13 août 1787, Sunan Nata Nature de Banjar remis forment le Kalimantan Est et la société néerlandaise détenue COV par le Sultanat d'Banjar eux-mêmes avec le reste des territoires est devenue le protectorat hollandais COV. Selon les traités Janvier 1, 1817, le sultan Soliman la reddition de Banjar East Kalimantan, Kalimantan central, Kalimantan Ouest et une partie de Kalimantan du Sud (y compris Banjarmasin) pour les Indes orientales néerlandaises. Le 4 mai 1826, Adam sultan al-Watsiq Billah de soumission Banjar réitéré région de Kalimantan Est, le centre de Kalimantan, Kalimantan Ouest et une partie de Kalimantan du Sud aux Indes néerlandaises administration coloniale. [10] En 1846, les Néerlandais ont commencé à mettre l'assistant résident à l'Samarinda Borneo dans l'Est (maintenant la province de Kalimantan Est et la partie orientale de Kalimantan du Sud) a nommé H. Von Dewall. [11] Kalimantan Est fait partie des Indes orientales néerlandaises. [12] Kaltim 1800-1850. [13] En 1879, Kalimantan Est et de Tawau est Oosterschelde Afdeeling van Bornéo partie du Zuider Residentie fr Oosterafdeeling Bornéo camionnette. [14] En 1900, East Kalimantan est zelfbesturen (les dépendances) [15] En 1902, East Kalimantan est Afdeeling Koetei Kust en Noord-Oost van Bornéo. [16] [17] En 1942, un Afdeeling Samarinda East Kalimantan et Afdeeling Boeloengan fr Beraoe [18]. Kalimantan Est autres que comme une administration unifiée, ainsi que l'unité écologique et historique province. Kalimantan Est comme une région administrative créée par la loi n o 25 de 1956 avec l'ancien gouverneur est le APT Pranoto. Précédente Kalimantan Est est l'une des résidence de la province du Kalimantan. En conformité avec les aspirations du peuple, depuis 1956, a étendu son territoire en trois provinces, à savoir East Kalimantan, Kalimantan Sud et Kalimantan Ouest. Formation de province du Kalimantan oriental Niveau II régions dans la région de Kalimantan Est, établi en vertu de la loi n ° 27 En 1959, sur la création de l'échelon régional II à Bornéo (Statut n ° 9 de 1955). Journal officiel n ° 72 de 1959 se composait de: Formation de deux municipalités, à savoir: Municipalité Samarinda, avec son capital et Samarinda ainsi que la capitale de la province du Kalimantan oriental. Municipalité d'Aberdeen, la ville d'Aberdeen comme sa capitale et est la passerelle du Kalimantan oriental. Formation de quatre districts, à savoir: Kutai Régence, avec sa capitale Tenggarong District de sable, avec ses terres Grogot capitale. Berau district, avec sa capitale de Tanjung Redeb. Bouloungan district, avec sa capitale du Selor Tanjung.

soal sistem suspensi

Select the one correct, best, or most probable answer to each question.

1. Perhatikan gambar berikut ini :














2. Fungsi dari komponen suspensi yang ditunjukkan oleh nomor 3 dari gambar di atas adalah….
a. sebagai sumbu putaran roda pada saat kendaraan membelok
b. menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke boby kendaraan
c. menyerap goncangan
d. mengurang kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat kendaraan membelok
e. melindungi komponen –komponen suspensi pada saat pegas mengerut.

3. komponen suspensi yang berfungsi mempertahankan posisi lower arm agar tidak bergerak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan atau dorongan pada saat terjadi pengereman pada gambar diatas ditunjukkan oleh nomor…..
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

4. Di bawah ini adalah tipe-tipe pegas yang biasa digunakan pada kendaraan penumpang, kecuali….
a. coil spring c. leaf spring e. pegas hidropneumatis
b. shock absorber d. torsion bar spring

5. Karakteristik pegas:
a. Langkah pemegasan panjang
b. Tidak dapat meredam getaran sendiri
c. Tidak dapat menerima gaya horisontal (perlu lengan-lengan)
d. Energi beban yang diabsorsi lebih besar daripada pegas daun
e. Dapat dibuat pegas lembut
Tipe pegas yang memiliki karakteristik di atas adalah…
a. coil spring c. leaf spring e. pegas hidropneumatis
b. shock absorber d. torsion bar spring

6. Pegas yang bekerja berdasarkan prinsip puntiran adalah…..
a. coil spring c. leaf spring e. pegas hidropneumatis
b. shock absorber d. torsion bar spring

7. Komponen system suspensi yang berfungsi sebagai sumbu putaran roda pada saat membelok adalah….
a. ball joint c. bumper e. torsion bar
b. strut bar d. stabilizer

8. Gerakan kendaraan yang terjadi ketika kendaraan melalui jalan yang bertonjolan atau lubang. atau terjadi pada kendaraan yang pegasnya lemah yang mengakibatkan kendaraan Mengangguk / bodi berputar mengelilingi sumbu Y di sebut…..
a. Bounching c. pitching e. a,b,c,d benar
b. Rolling d. yawing





9. Karakteristik system suspensi :
1. Gerakan salah satu roda tidak mempengaruhi roda lain
2. Konstruksi agak rumit
3. Pegas dapat dikonstruksi lembut
4. Gerakan salah satu roda mempengaruhi roda lain
5. Perawatan lebih mudah
Yang bukan termasuk karekteristik system suspensi rigid adalah…….
a. 1, 3, 5 c. 3, 5 e. 1, 2, 3
b. 1, 4, 5 d. 3, 4, 5
10. Berikut ini adalah jenis system suspensi yang biasa di gunakan untuk roda belakang, kecuali….
a. tipe double wishbone c. tipe macpherson e. tipe semi trailing
b. tipe 4 link d. tipe pegas daun parallel

essai
1. Jelaskan fungsi dari system suspensi !
2. Bagaimanakah cara kerja dari shock absorber? Bila perlu jelaskan dengan gambar.
3. Jelaskan kelebihan dari suspensi independent daripada suspensi rigid!
4. Dilihat dari segi konstruksi, apa yang membedakan secara pokok antara suspensi independen type Mac. Pherson dengan suspensi independen type wishbone?
5. Berikan penjelasan tanda – tanda yang mudah atau sering terjadi pada kendaraan jika peredam getaran sudah tidak berfungsi/mati!

Pengabdian guru

Profesionalisme Guru Antara Kualitas, Gaji, dan Pengabdian.

Minggu, 29 Januari 2012

PENGGUNAAN MULTITESTER

Multi tester (AVO) adalah salah satu alat untuk mengetes kelistrikan. Penggunaannya sangat luas sekali, untuk mengukur tegangan baik DC maupun AC, pengukuran arus, tahanan dan untuk memeriksa hubungan kelistrikan dari suatu komponen. Pada dasarnya ada 2 jenis Multi tester, tester model digital dimana penunjukkan hasil pengukurannya langsung dengan angka-angka, dan tester model jarum (jarum analog) hasil pengukuran ditunjukkan oleh sebuah jarum. Pada modul ini hanya akan dibahas mengenai Multi tester model Analog. Multi tester analog banyak macamnya dipasaran, tetapi prinsip pengoperasiannya hampir sama semua. Mengukur Tegangan DC. Daerah pengukuran tegangan DC adalah dari 0 – 1000 Volt. Hubungkan kabel pengetesan (test lead) warna merah keterminal positif tester dan kabel warna hitam ke terminal negatif tester. Posisikan range selektor pada salah satu daerah DCV dengan pilihan (0,5, 2,5, 10, 50, 250, 1000, Volt). Lihat tebel dibawah. Range Tegangan yang dapat di ukur 0,5 0 – 0,5 Volt. 2,5 0,5 – 2,5 Volt. 10 2,5 – 10 Volt. 50 10 – 50 Volt. 250 50 – 250 Volt. 1000 250 – 1000 Volt Pemilihan range sangat menentukan keakuratan dari hasil pengukuran dan keamanan alat. Bila range tester terlalu besar dengan tegangan yang diukur akan berakibat tidak akurat (salah pembacaan). Bila range terlalu kecil dengan tegangan yang diukur, akan berakibat tester rusak. Maka kita harus bisa memperkirakan seberapa besar tegangan yang akan kita ukur. Baru setelah itu kita posisikan range pada posisi di atas tegangan yang diperkirakan tadi (tegangan yang mau diukur). Bila kita tidak tahu berapa besar tegangan yang akan diukur lebih baik kita posisikan range pada posisi yang besar lalu kalau penunjukkan jarum sedikit (sulit dibaca), maka kita bisa mengurangi posisi range, begitu seterusnya sampai penunjukkan jarum dapat dibaca dengan mudah. Dimana cara pengukurannya dilakukan dengan memparalel alat ukur dengan beban (tegangan beban yang mau diukur). Kabel yang berwarna merah dari terminal positif Multi tester ke terminal positif dari sumber arus dan kabel pengetes berwarna hitam dari terminal negatif Multi tester dihubungkan ke terminal negatif dari sumber arus. Selanjutnya bacalah tegangan pada skala DC dengan bantuan tabel dibawah ini. Range position Skala yang dibaca Hasilnya kalikan dengan 0,5 V 50 X 0,01 2,5 V 250 X 0,01 10 V 10 X 1 50 V 50 X 1 250 V 250 X 1 1000 V 10 X 100 Mengukur tegangan AC. Daerah pengukuran tegangan dari 0 – 1000 Volt, cara pembacaan sama dengan pengukuran DC Volt, dan kabel pengetesan (tes lead) bisa dibolak balik.Tentukan selektor pada posisi AC Volt. Tabel dibawah ini untuk patokan dalam hal pemilihan Range. Range Tingkat keakuratan dan batas max pengukuran 10 V 0 – 10 V 20 V 10 – 50 V. 250 V 50 – 250 V 1000 V 250 – 1000 V Bila sudah menentukan range pada posisi AC Volt. Kemudian hubungkan kabel pengukur (test lead) secara paralel pada bagian yang akan diperiksa dan bacalah skala VAC (ACV) yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk dengan bantuan tabel dibawah ini. Range position Skala yang dibaca Hasilnya kalikan dengan AC 10 V AC 10 V 10 X 1 AC 50 V 50 X 1 AC 250 V ACV 250 X 1 AC 1000 V 10 X 100 Mengukur arus DC. Untuk Multi tester type tersebut diatas hanya mempunyai daerah ukur 0-250 mA jadi maksimum pengukuran 250 mA. Supaya bisa dipakai untuk arus yang lebih tinggi digunakan komponen bantu. Mengukur arus DC dari 0-250 mA. Setel selektor ke 250 mA DC kemudian putuskan arus listrik pada titik tertentu pada komponen yang akan kita ukur (contoh titik positif) lalu hubungkan secara seri dengan Multi tester dengan cara kabel pengukur yang berwarna merah (dari terminal positif tester) ke terminal positif sumber arus, dan kabel pengukur yang berwarna hitam (dari terminal positif tester) ke terminal yang kita putus tadi., Skalanya DCA (ADC) yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk. Pengetesan hubungan Dalam pemeriksaan hubungan kelistrikan, kita bisa menggunakan Multi meter dalam Ohm, range selektor pada posisi X1. Kalibrasi skala selalu kita lakukan. Kemudian kita bisa melakukan pengetesan suatu hubungan, yang berada diantara kabel pengetes (test lead) Hubungan akan semakin baik bila jarum menunjuk ke kanan ke arah 0  (sesuai dengan keadaan waktu kalibrasi) dan semakin jauh dengan keadaan waktu kalibrasi (ke kiri), hubungan semakin jelek (ada hambatan). Penting Dalam mengukur tahanan atau pengecekan hubungan hanya boleh dilakukan bila seluruh hubungan komponen dilepaskan dari arus kelistrikan (open cirkuit). Bila tidak, arus akan mengalir ke tester dan dapat membakar tahanan koil di dalam alat ukur.

HUMMER CAR "H3T"

The Hummer H3 was a crossover SUV/Sport Utility Truck from General Motors' Hummer division introduced in 2005 based on the GMT355 underpinning the Chevrolet Colorado and GMC Canyon compact pickup trucks. Produced at GM's Shreveport, Louisiana factory and the Port Elizabeth plant in South Africa the H3 was the smallest among the Hummer models, and the first to be built by GM. It was available either as a traditional midsize SUV or as a midsize pickup known as the H3T. Contents [hide] 1 Powertrains 2 Capabilities 3 Safety 4 H3T 5 Yearly U.S. sales 6 International markets 7 Motorsports 8 Plug-in hybrid 9 End of the H3 10 References 11 External links [edit]Powertrains The H3 was launched with a 3.5 liter straight-5 cylinder L52 engine that produced 220 hp (160 kW) and 225 ft·lbf (305 N·m) of torque and was mated to a standard five-speed manual transmission or an optional Hydra-Matic 4L60-E four-speed automatic transmission. In 2007 this engine was replaced by 3.7 liter LLR that produced 242 hp (180 kW) and 242 ft·lbf (328 N·m) of torque, figures that were revised in 2009 to 239 hp (178 kW) and 241 ft·lbf (327 N·m). Under revised EPA testing standards when equipped with either transmission this straight-5 engine achieved 14 mpg-US (17 l/100 km) in the city and 18 mpg-US (13 l/100 km) on the highway with a combined average of 15 mpg-US (16 l/100 km). Available solely with the automatic transmission, a 5.3 liter LH8 V8 engine producing 300 hp (220 kW) and 320 ft·lbf (430 N·m) of torque was added in 2008 for the Alpha model and delivered slightly lower fuel economy, estimated at 13 mpg-US (18 l/100 km) in the city, 16 mpg-US (15 l/100 km) on the highway, with a combined average of 14 mpg-US (17 l/100 km).[3] [edit]Capabilities Hummer H3 showing external spare tire The H3 featured a two-speed, electronically controlled full-time four-wheel drive system that made it suitable for both on-road and off-road driving. Electronic locking front and rear differentials were optional. Like the Hummer H2, the H3 can ford 24 inches (610 mm) of water (tested in depths up to 31 in/790 mm) at a speed of 5 miles per hour (8.0 km/h) and 16 inches (410 mm) of water at a speed of 20 miles per hour (32 km/h). Standard ground clearance is measured at 9.7 inches (250 mm) while the approach, departure, and breakover angles are measured at 37.4°, 34.7°, and 22.1° respectively, allowing the H3 to scale a 16-inch (410 mm) vertical wall and negotiate grades of 60% and side slopes of 40%. Front and rear recovery hooks were standard, with an optional trailer hitch and wiring harness. Maximum towing capacities were 3,000 pounds (1,400 kg) for the straight-5 with manual transmission, 4,500 pounds (2,000 kg) for the straight-5 with automatic transmission, and 6,000 pounds (2,700 kg) for the V8 with automatic transmission. Cargo volume with the second-row seats in the upright position was 25.0 cubic feet (0.71 m3) that could be expanded to a maximum of 62.8 cubic feet (1.78 m3) when the seats are folded down. V8 models featured the lightest maximum payload capacity of just over 1,100 pounds (500 kg) while straight-5, manual transmission models allowed the greatest payload at 1,300 pounds (590 kg). [edit]Safety Electronic stability control, anti-lock four-wheel disc brakes, brake-controlled traction control, LATCH child-seat anchors, and tire-pressure monitoring were standard features on the H3. Side-curtain airbags were optional until 2008 when they were made standard across. The H3 was rated Acceptable, the second highest rating, by the Insurance Institute for Highway Safety in both frontal offset and side-impact crashes (with side airbags) and Poor, the lowest rating, for rear-crash protection/head restraints.[4] The U.S. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) gave the 2008 H3 the following scores: Frontal Driver: Frontal Passenger: Side Driver: Side Rear Passenger: AWD Rollover : [edit]H3T 2009 Hummer H3T The Hummer H3T is a mid-size pickup truck that was available during the 2009[5] and 2010 model years. The vehicle was originally shown as a regular cab (two-door) concept pickup truck in 2003, that was shown at the 2004 Los Angeles Auto Show.[6] The production five-passenger four-door crew-cab production version appeared at the 2008 Chicago Auto Show.[7] The H3T featured a 5-foot bed with built-in storage boxes and came in standard H3T, H3T Adventure, H3T Luxury, and H3T Alpha (with cloth or leather trim) trim packages. A road test by Motor Trend reported the 2009 truck "crawled up rock steps, ran through sand washes, and navigated steep ledges with confidence and capability to spare." They described its turning radius "uncomfortably wide" and said "at highway cruising it would've been nice to have a faster, firmer feel.

klasifikasi motor pembakaran dalam

motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine) dapat diklasifikasikan: 1. Berdasarkan aplikasinya Motor penggerak mobil, truk, lokomotif, pesawat ringan, kapal, penggerak serbaguna dan pembangkit listrik. 2. Berdasarkan dasar disain mesinnya : a. Gerak bolak-balik dengan susunan silinder In-line, V, rotary dan berlawanan b. Gerak putar seperti motor Wankel. 3. Berdasarkan siklus kerjanya : Motor 4 tak dan motor 2 tak 4. Berdasarkan katup dan disain lubang katup a. Susunan katup: model I, L, H, F b. Jumlah katup : Single Valve (Tiap silinder katup In maupun Ex adalah satu), Multi Valve (Tiap silinder katup In maupun Ex lebih dari satu) c. Mekanik katup : OHV (Over Head Valve), OHC (Over Head Cam Shaft), DOHC (Double Over Head Cam Shaft). 5. Berdasarkan bahan bakarnya : Bensin, solar, LPG (Liquit Petroleum Gas), alchohol, hydrogen. 6. Berdasarkan metode mencampurnya : Karburator, injeksi pada saluran masuk, injeksi ke dalam silinder. 7. Berdasarkan metode pengapian: Percikan busi (motor bensin), tekanan kompresi ( motor diesel). 8. Berdasarkan disain ruang bakar: Ruang bakar langsung: Ruang bakar tak langsung: 9. Berdasarkan metode kontrolnya : a. Throttling yaitu mengatur jumlah campuran udara dan bahan bakar dengan throttle, b. Hanya mengatur aliran bahan bakar c. Kombinasi 10. Berdasarkan sistem pendinginnya: a. Pendinginan air b. Pendinginan udara

MEKANISME KATUP SEPEDA MOTOR

Mekanisme katup berfungsi untuk membuka dan menutup hubungan saluran masuk ke ruang bakar dan ruang bakar ke saluran buang, pada saat yang tepat sesuai dengan proses kerja motor. Mekanisme katup harus menjamin katup tertutup dengan rapat sehingga tidak terjadi kebocoran kompresi maupun tekanan hasil pembakaran. Katup juga harus terbuka pada saat yang tepat dengan lebar bukaan yang paling sesuai dengan karakteristik aliran campuran bahan bakar yang masuk maupun aliran gas sisa pembakaran ke knalpot. Kerja dan fungsi mekanisme katup mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap performa dan karakteristik mesin. DIAGRAM PEMBUKAAN KATUP (VALVE TIMING DIAGRAM) Pembukaan dan penutup katup harus sesuai dengan proses kerja motor. Seperti dijelaskan pada prinsip kerja motor 4 tak, waktu pembukaan dan penutupan katup adalah sebagai berikut: Tabel 4. Posisi katup hisap dan katup buang tiap langkah piston Langkah Gerakan Piston Katup Hisap Katup Buang Hisap TMA ke TMB Terbuka Tertutup Kompresi TMB ke TMA Tertutup Tertutup Usaha TMA ke TMB Tertutup Tertutup Buang TMB ke TMA Tertutup Terbuka Dari tabel tersebut katup hisap terbuka saat TMA langkah hisap dan tertutup di TMB, namun dalam perencanaan sesungguhnya katup hisap terbuka beberapa derajat sebelum TMA dan tertutup beberapa derajat setelah TMB. Pembukaan katup lebih awal dari TMA disebut pembukaan awal, sedangkan penutupan yang lebih lambat dari seharusnya yaitu di TMB disebut penutupan susulan. Tujuan pembukaan awal dan penutupan susulan adalah untuk meningkatkan efisiensi volumetrik atau jumlah campuran yang masuk ke dalam silinder dengan memanfaatkan inersia aliran campuran bahan bakar. Saat langkah buang katup buang terbuka jauh sebelum TMB dan tertutup setelah TMA, tujuan pembukaan awal dan penutupan susulan pada katup buang adalah agar gas buang di dalam silinder benar-benar bersih, sehingga pada langkah berikutnya silinder dapat terisi dengan gas baru yang tidak terkontaminasi dengan gas bekar yang tidak terbuang. Adanya pembukaan awal katup masuk dan penutupan susulan katup buang menyebabkan kedua katup terbuka bersama, kondisi ini disebut overlapping. Tujuan overlapping adalah untuk pembilasan yaitu memasukkan gas baru untuk mendorong gas bekas keluar, adanya pembilasan diharapkan agar ruang bakar benar-benar bersih. Besar overlapping harus memperhatikan inersia aliran gas buang, besar inersia aliran gas buang ditentukan oleh kecepatan, bentuk aliran dan massa gas buang yang keluar. Kecepatan aliran ditentukan oleh putaran mesin dan luasan saluran keluar. Bentuk aliran tergantung disain ruang bakar, desain saluran buang dan disain kenalpot. Massa gas buang tergantung jumlah bahan bakar yang terbakar. Kapan katup masuk mulai terbuka dan tertutup, serta kapan katup buang mulai terbuka dan tertutup dapat digambarkan dalam diagram pembukaan katup (Valve timing diagrams). Sedangkan lama katup masuk terbuka, maupun lama katup buang terbuka disebut durasi katup (valve duration). Contoh: Data sepeda motor Honda Tiger tercatat, katup masuk terbuka 10º sebelum TMA dan tertutup 40º setelah TMB. Katup buang terbuka 35º sebelum TMB dan tertutup 10° setelah TMA. Dari data tersebut dapat dibuat diagram timing valve sebagai berikut: Dari diagram di atas dapat diketahui lama katup terbuka (durasi katup), yaitu: Katup masuk = 10º+ 180º+ 40º = 230º Katup buang = 10º+ 180º+ 35º = 225º Overlapping = 10º+ 10º = 20º