Kamis, 24 Mei 2012

SOAL TENTANG BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)


1.      Jenis senyawa hydrocarbon dalam pengolahan minyak bumi     ( crude oil ) ?
  1. Aromatic hidrokarbon,
  2. hidrokarbon jenuh, /golongan parafinik
  3. hidrokarbon tak jenuh/golongan naphthenik
2.      macam sifat dan karakteristik senyawa hydrocarbon tersebut terhadap kuallitas bahan bakar. ?
  1. Aromatic hidrokarbon, yang memiliki paling tidak satu cincin aromatic
b. Hidrokarbon jenuh adalah rantai dari atom-atom karbon terikat bersama hydrogen dari valensi yang tersisa, setiap ujung ikatan ini merupakan CH3 dan lainnya merupakan CH2. Hidrokarbon Jenuh, juga disebut alkana, yang tidak memiliki ikatan rangkap atau aromatik.
  1. Hidrokarbon Tak Jenuh, yang memiliki satu atau lebih ikatan antara atom-atom karbon, yang dibagi menjadi: alkena, alkuna, diena
3.      Oxidation stability adalah kemampuan bahan baker untuk beroksidasi / bereaksi dengan zat – zat lain dalam temperature tertentu pada suatu bahan baker, dapat dikatakan juga bahwa oxidation stability adalah kemampuan suatu bahan baker untuk bereaksi dengan oksigen dalam proses pembakaran sehingga menimbulkan bahan baker yang bermutu tinggi.
4.      hubungan stabilitas oksidasi bahan bakar terhadap pembentukan deposit dalam fuel line dan ruang bakar. ?
Apabila bahan bakar memiliki stabilitas oksidasi yang lebih tinggi dari destilasi
atau titik didih yang lebih rendah, maka bahan bakar tersebut tidak akan menimbulkan deposit dalam aliran bahan bakar seperti pada karburator / injektor, saluran intake, tepi katup dan ruang bakar serta yang lainnya. Karena dengan adanya nilai stabilitas oksidasi tersebut maka proses perjalanan bahan bakar menuju proses pembakaran tersebut tidak akan mengalami reaksi oksidasi karena telah diberi zat adiktif lain seperti zat adiktif antioxidant dan netal deactivator .
Memang dalam kenyataannya untuk menuju kepada bahan bakar dengan nilai stabilitas oksidasi yang tinggi serta tanpa menggunakan Timbal maka kilang minyak menggunakan HOMC (high Octane Mogas Component) yang banyak mengandung kadar olefin dan heavy aromatik yang tinggi sedangkan senyawa-senyawa tersebut memiliki ikatan-ikatan karbon tak jenuh yang sangat reaktif  sehingga menghasilkan reaksi oksidasi dan polimerisasi dan terbentuklah Gum (Getah) yang sangat mudah mengendap sehingga menimbulkan deposif dimana-mana.
5.      pengaruh penggunaan oxygenate sebagai bahan additive pada bahan bakar. ?
Oksigenat adalah senyawa organic cair yang dapat dicampur ke dalam bensin untuk menambah angka oktan dan kandungan oksigennya.
Pengaruh penggunaan senyawa organic beroksigen (oksigenat) adalah sebagai zat aditif anti ketuk (detonasi) di dalam bensin macamnya banyak, seperti alkohol (methanol, etanol, isopropil alkohol) dan eter (Metil Tertier Butil Eter (MTBE), Etil Tertier Butil Eter (ETBE) dan Tersier Amil Metil Eter (TAME).
Penggunaan oksigenat selama pembakaran, dapat menambah kandungan oksigen  di dalam bensin dapat mengurangi emisi karbon monoksida, CO dan material- material pembentuk ozon atmosferik. Selain itu 14 senyawa oksigenat juga memiliki sifat-sifat pencampuran yang baik dengan bensin karena semua oksigenat mempunyai angka oktan di atas 100 dan berkisar antara 106 RON untuk TBA dan 122 RON untuk methanol

Reaksi:

0 komentar: