This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 22 Mei 2012


Contoh 1
Dari tinggi badan kelas 2a dan2b dihasilkan data sebagai berikut:
Kelas 2a          : 30,40,41,46,40,41,41,50,43,45
Kelas 2b          : 43,51,54,58,55,37,57,60,60,39
Hipotesis       : ada perbedaan yang signitifikansi antara nilai kelas 2a dan 2b
Pembuktian hipotesis tersebut :

x1
x2
x12
x22
30
43
900
1849
40
51
1600
2601
41
54
1681
2916
46
58
2116
3364
40
55
1600
3025
41
37
1681
1369
41
57
1681
3249
50
60
2500
3600
43
60
1849
3600
45
39
2025
1521











Untuk nilai ttabel pada µ = 5 %, db = 2n – 2 = 2(10) – 2 = 18 ttabel = 1.734
Ternyata thitung < ttabel à-1,697< 1.743
Maka ada perbedaan yang signitifikansi antara x1 dan x2
Jadi Ho : x1 = x2 (diterima)

Contoh 2
Di kelas 2a dan 2b akan dilakukan penelitian ortopedi menambah tinggi badan murid
X1 ortopedi     : 30,40,41,46,40,41,41,50,43,45
X2 ortopedi     : 43,51,54,58,55,37,57,60,60,39
Hipotesis         :Tidak ada perbedaan tinggi murid sesudah ortopedi

Pembuktian hipotesis sebagai berikut : 
x1
x2
D
d
d2
30
43
-13
-21.7
470.89
40
41
-1
-9.7
94.09
41
54
-13
-21.7
470.89
46
58
-12
-20.7
428.49
40
55
-15
-23.7
561.69
41
37
4
-4.7
22.09
41
57
-16
-24.7
601.09
50
60
-10
-18.7
349.69
43
60
-17
-25.7
660.49
45
39
6
-2.7
7.29


-87

3666.7


Untuk nilai ttabel pada µ = 5 %, db = n – 1  = 10 – 1 = 9 ttabel = 1.833
Ternyata thitung < ttabel à -2.135<1.833
Maka tidak ada perbedaan tinggi badan sesudah dan sebelum ortopedi antara x1 dan x2
Jadi Ho : x1 = x2 (diterima)

LAPORAN PRAKTIK JET IMPACT


LAPORAN PRAKTIK
JET IMPACT



 










Disusun oleh  :
HANDOKO : 05504244005


TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2006




MENYIAPKAN DIRI UNTUK MENGAJAR




  1. Mendorong keinginan belajar siswa
Perasaan pelajar terhadap mata pelajaran atau materi yang akan dipelajari sangat mempengaruhi hasil pembelajararan baik dari jumlah yang dipelajari maupun kedalaman pembelajarannya. Dalam rangka meningkatkan kualitas belajar siswa maka sangat perlu menjaga perhatian siswa terhadap pelajaran dan bagaimana menjaga agar ada semangat untuk belajar. Pada kenyataannya ingin belajar saja tidak cukup kalau tidak diikuti dengan tindakan untuk melakukan belajar itu sendiri. Oleh karena itu dalam rangka menyiapkan untuk mengajar guru harus melakukan hal-hal sebagai berikut




Senin, 21 Mei 2012

MOTIVASI DIRI SENDIRI


       Jenderal Norman Schwarzkopff, pemimpin Sekutu semasa Perang Teluk menunjukkan bahwa seorang pemimpin dalam militer yang memiliki wewenang untuk memaksakan kepatuhan, biasanya adalah seorang motivator yang buruk. Pada prinsipnya, jika kita selalu menggunakan pendekatan kekuasaan untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, maka organisasi kita tidak akan bertahan lama. Jika ada sedikit kesempatan, maka orang-orang dalam organisasi kita akan keluar atau paling tidak kinerja (performance) mereka jauh dari yang kita harapkan. Banyak sekali organisasi atau perusahaan mengalami turnover yang besar karena pegawainya tidak memiliki motivasi yang benar.

Kemandirian Belajar



"BERDIKARI, berdiri di atas kaki sendiri!" Itulah yang diserukan founding fathers kita puluhan tahun lalu. Seruan itu menekankan perlunya kemandirian dalam berbagai sendi kehidupan. Kemandirian akan mengantarkan bangsa kita berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Swasembada pangan pada tahun 1984, misalnya, telah mengantarkan bangsa kita pada posisi terhormat di FAO dan decak kagum bangsa-bangsa lain.

Upaya Meningkatkan Citra Guru


Untuk meningkatkan mutu pendidikan secara formal aspek guru mempunyai peranan penting dalam mewujudkannya, disamping aspek lainnya seperti sarana/prasarana, kurikulum, siswa, manajemen, dan pengadaan buku. Guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan, sebab inti dari kegiatan pendidikan adalah belajar mengajar yang memerlukan peran dari guru di dalamnya.

Berdasarkan hasil studi di negara-negara berkembang, guru memberikan sumbangan dalam prestasi belajar siswa (36%), selanjutnya manajemen (23%), waktu belajar (22%), dan sarana fisik (19%). Aspek yang berkaitan dengan guru adalah menyangkut citra/mutu guru dan kesejahteraan (Indra Djati Sidi, 2000)

Citra/mutu guru saat ini sering didengung-dengungkan dan dibicarakan orang baik yang pro dan kontra dan semakin lama citra guru semakin terpuruk. Masyarakat sering mengeluh dan menuding guru tidak mampu mengajar manakala putra-putrinya memperoleh nilai rendah, rangkingnya merosot, atau NEM-nya anjlok. Akhirnya sebagian orang tua mengikut sertakan putra/putrinya untuk kursus, privat atau bimbingan belajar. Pihak dunia kerja ikut memprotes guru karena kualitas lulusan yang diterimanya tidak sesuai keinginan dunia kerja. Belum lagi mengenai kenakalan dan dekadensi moral para pelajar yang belakangan semakin marak saja, hal ini sering dipersepsikan bahwa guru gagal dalam mendidik anak bangsa.

"BEDA BOSS & STAFF"


Pasal 1 : Bos selalu benar
Pasal 2 : Jika Bos melakukan kesalahan, baca undang-undang pasal 1..!

• Bila Bos tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten
• Bila Staf tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala.

• Bila Bos berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel
• Bila Staf berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan

• Bila Bos bekerja lambat, itu berarti beliau teliti
• Bila Staf bekerja lambat, itu berarti dia tidak "perform".

• Bila Bos bekerja cepat, itu berarti beliau "smart"
• Bila Staf bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru.

• Bila Bos lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati
• Bila Staf lambat memutuskan, itu berarti dia "telmi".

• Bila Bos cepat mengambil keputusan, itu berarti beliau berani ambil resiko
• Bila Staf cepat mengambil keputusan, itu berarti dia gegabah.

• Bila Bos mem-by-pass prosedur, berarti beliau proaktif-inovatif
• Bila Staf mem-by-pass prosedur, berarti dia melanggar aturan.

• Bila Bos menyatakan : "Mudah" itu berarti beliau optimis
• Bila Staf menyatakan : "Mudah" itu berarti dia meremehkan masalah.

• Bila Bos sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer.
• Bila Staf sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan.

• Bila Bos sering entertain, itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
• Bila Staf sering entertain, itu berarti dia menghamburkan anggaran.

• Bila Bos men-service atasan, itu berarti beliau me-lobby
• Bila Staf men-service atasan, itu berarti dia menjilat.

• Bila Bos sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras
• Bila Staf sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas.

• Bila Bos membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris
• Bila Staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia frustasi.

Selamat bekerja keras hari ini.. Demi Bos..!

Menjadi Guru Yang Profesional


Apa yang diharapkan dari seorang guru untuk menghadapi tantangan era global, era otonomi daerah dalam merealisasikan program pemerintah dalam bidang pendidikan?. jawabannya hanya sederhana : ” Menjadi guru yang baik, atau tidak sama sekali”. Tidak ada diantara kita yang dipaksa menjadi guru yang ada hanya terpaksa menjadi guru dan secara sukarela menjadi guru. Apapun itu yang  penting untuk menjadi guru maka tugas mulia ini mesti dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian. Guru yang baik  diharapkan untuk menjadikan dirinya secara profesional, dan untuk mendapatkan guru yang  profesional merupakan suatu keharusan. 
Moh Uzer Usman  (2000) mengemukakan tiga tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. (1) mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup, (2) mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, (3) melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa. DG Amstrong   mengemukakan ada lima tugas dan tanggung jawab pengajar, yakni tanggung jawab dalam (1) pengajaran, (2) bimbingan belajar, (3) pengembangan kurikulum, (4) pengembangan profesinya, dan (5) pembinaan kerjasama dengan masyarakat.
Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab diatas, seorang guru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan keterampilan tertentu. Kemampuan dan keterampilan tersebut sebagai bagian dari kompetensi profesionalisme guru. Kompetensi merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik.
Glasser dalam Nana Sudjana  (1988) mengemukakan empat jenis kompetensi tenaga pengajar, yakni (a) mempunyai pengetahuan belajar dan tingkah laku manusia, (b) menguasai bidang ilmu yang dibinanya, (c) memiliki sikap yang tepat tentang dirinya sendiri dan teman sejawat serta bidang ilmunya , (d) keterampilan mengajar.

Tantangan Guru di Era Global


Memasuki abad ke 21 kita  menghadapi perubahan-perubahan besar dan amat fundamental dilingkungan global. Perubahan lingkungan strategis pada tataran global tersebut tercermin pada pembentukan forum-forum seperti GATT, WTO, dan APEC, NAFTA dan AFTA, IMG-GT, IMS-GT, BIMP-EAGA, dan SOSEKMALINDO yang merupakan usaha untuk menyongsong perdagangan bebas dimana pasti akan berlangsung tingkat persaingan yang amat ketat.  Suatu perubahan regulasi yang semula monopoli (monopoly) menjadi persaingan bebas (free competition). Demikian pula, terjadi pada pasar yang pada awalnya berorientasi pada produk (product oriented) beralih pada orientasi pasar (market driven), serta dari proteksi (protection) berpindah menjadi pasar bebas (free market ).  

Kemajuan ekonomi diberbagai negara, sangat terkait dengan kualitas Sumber Daya Manusia. Contohnya Singapura dan Jepang. Walaupun sumber daya alam yang dimilikinya terbatas, tetapi karena kualitas sumber daya manusianya unggul, kedua negara tersebut menjadi pemimpin ekonomi di kawasan Asia. Untuk itu perlu mengantisipasi keadaan ini dengan memperkuat kemampuan bersaing diberbagai bidang dengan pengembangan Sumber Daya Manusia. Sayangnya SDM kita saat ini memprihatinkan, menurut UNDP. Indonesia menempati peringkat 109 dari 174, peringkat daya saing ke –46 yang paling bawah di kawasan Asia Tenggara, Singapura ke-2, Malaysia ke-27. Phillipina ke –32, dan Tailand ke –34, dan termasuk negara yang paling korup didunia.

Dalam upaya peningkatan SDM, peranan pendidikan cukup menonjol. Dari pengalaman beberapa negara menunjukkan bahwa dalam menuju perubahan struktural, dengan meningkatnya pembangunan ekonomi telah terjadi proporsi tenaga kerja di bawah pendidikan dasar yang semakin mengecil, sedangkan proporsi tengan kerja berpendidikan menengah dan tinggi semakin meningkat. Berbeda dengan negara lain yang mengalami tinggal landas, proporsi yang berpendidikan dasar dan menengah di Korea pada pertengahan tahun 70-an cukup besar yaitu 19 persen tidak berpendidikan, 43 persen berpendidikan dasar, 31 persen berpendidikan menengah dan 7 persen berpendidikan tinggi (Macharany, 1990). Selanjutnya, Yudo Swasono dan Boediono (Macharany, 1990) mengungkapkan bahwa struktur tenaga kerja Indonesia pada tahun 1985 adalah 53 persen tidak berpendidikan, 34 persen berpendidikan dasar, 11 persen berpendidiian menengah dan 2 persen berpendidikan tinggi. Bila kita ingin mencapai tinggal landas seperti Korea, diperkirakan struktur tenaga kerja menurut pendidikan dalam tiga skenario pertumbuhan GDP per kapita, yaitu rendah 6 persen, sedang 7 persen, dan tinggi 8 persen pada tahun 2019.

Minggu, 20 Mei 2012

TATA CARA PELAKSANAAN UJIAN SKRIPSI


PERSYARATAN PENDAFTARAN SIDANG PENULISAN ILMIAH SEMINAR ARSITEKTUR / KERJA PRAKTEK
1.             Mahasiswa mengambil formulir / surat persetujuan sidang dari dosen pembimbing pada koordinator sidang
2.             Mahasiswa mengisi formulir pendaftaran sidang dan sertifikat, dengan menyerahkan 2 lembar pasfoto hitam putih ukuran 4 x 6.
3.             Mahasiswa menyerahkan berkas permohonan sidang, yaitu surat persetujuan sidang, fotocopy bukti pembayaran, KTM semester yang berlaku dan KRS.
4.             Mahasiswa menyerahkan draft laporan Penulisan ilmiah / Kerja Praktek (copy) sebanyak 3 eksemplar. (aslinya dibawa mahasiwa sendiri).

TATA LAKSANA SIDANG
1.             Seluruh Mahasiswa peserta sidang wajib datang 15 menit sebelum dimulainya sidang, bila terjadi keterlambatan dianggap mengundurkan diri.
2.             Mahasiswa Putra (PA) : mengenakan pakaian lengan panjang berdasi, celana warna gelap.
3.             Mahasiswa Putri (PI)  : mengenakan pakain lengan panjang, rok panjang warna gelap.
4.             Pergunakan seluruh alat peraga yang disediakan panitia sidang, yaitu OHP dan slide-proyektor.
5.             Pembagian Kelompok ruangan dan Dosen Penguji akan diumumkan pada tanggal pelaksanaan sidang.

KETENTUAN DOSEN PEMBIMBING DAN DOSEN PENGUJI
1.             Dosen Pembimbing adalah semua dosen yang ditunjuk berdasar Surat Keputusan Rektor dan hanya membimbing mahasiswa sesuai dengan Jurusannya.
2.             Dosen Penguji adalah semua dosen yang ditunjuk berdasar Surat Keputusan Rektor dalam lingkup Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.
3.             Dosen Pembimbing tidak selalu menguji mahasiswa yang dibimbingnya dan Dosen Penguji tidak selalu merangkap sebagai Dosen Pembimbing.

KETENTUAN PENILAIAN
1.             Kriteria dan Bobot Penilaian adalah  :  Materi Penulisan ( 40 % ),  Penguasaan materi ( 40 % ) dan  Teknik Penyajian / Presentasi  (  20 %  ).
2.             Prosentase  Nilai  dari  Dosen Pembimbing ( 50 % )  dan  dari  Dosen Penguji  ( 50 % )

TEKNIK PENULISAN SKRIPSI


1.      Penomoran Bab serta Subbab
  1. Penomoran Bab dengan menggunakan angka romawi
  2. Penomeran subbab dengan menggunakan angka latin dengan mengacu ke-nomor sebelumnya.
II …..(judul bab)
2.1 ….(judul subbab)
2.1.1 ….(judul sub-subbab)
1.      ………….
2.      …………
a.       ………
b.      ………
w      ………..
w      ………..
  1. Penulisan nomor dan judul bab di tengah dengan huruf besar
  2. Penulisan nomor dan judul subbab dimulai dari kiri, dengan diawali dengan huruf besar

CARA PENULISAN ILMIAH / LAPORAN KERJA PRAKTEK


BAB I  Pendahuluan
Pendahuluan menguraikan pokok persoalan. Terdiri dari :
§    Latar Belakang Masalah
Menguraikan mengapa penulis sampai kepada pemilihan topik permasalahan yang bersangkutan.
§    Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas bagian mana dari persoalan yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
§    Tujuan
Menggambarkan hasil – hasil yang diharapkan dari kerja praktek ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang dibahas.
§    Metode Penulisan
Menjelaskan cara kita melaksanakan kegiatan ini, mencakup cara kita melakukan pengumpulan dan cara analisa data yang kita perlukan.
Jenis – jenis Metoda Penulisan :
-            Studi Pustaka
Pada metode ini semua bahan diambil dari buku – buku atau jurnal
-            Studi Lapangan
Pada metode ini data diambil langsung di daerah pengamatan.
§    Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Laporan Kerja Praktek.

BAB II Tinjauan Umum Proyek
§               Menguraikan pengertian organisasi perusahaan yang diikuti  dan manajemen kantor, aspek kontraktual dan administratif, prosedur pelelangan pekerjaan, pengawasan pelaksanaan proyek, pengendalian kualitas dan jadwal tanggung jawab serta etika profesional.

BAB III Tinjauan Khusus Proyek
§    Menguraikan data-data  proyek, administratif proyek, organisasi proyek, dan data –data mengenai  bagian bangunan yang diamati.

BAB IV  Analisa dan Pembahasan Proyek
§    Bagian ini dapat terdiri dari :
1.      Menguraikan hasil pengamatan yang mencakup semua aspek yang terkait dengan pengamatan.
2.      Menjelaskan tentang keterkaitan antar faktor – faktor dari data lapangan yang diperoleh dan membahas masalah – masalah yang diajukan.

BAB V  Kesimpulan dan Saran
1.      Kesimpulan, Memberikan jawaban terhadap masalah yang diajukan penulis
2.      Saran – saran kepada pihak – pihak yang terkait sehubungan dengan hasil penelitian

Bagian Akhir
1.             Daftar Pustaka, menuliskan seluruh pustaka yang digunkan dalam penulisan
2.             Lampiran, penjelasan tambahan dapat berupa urian, program, gambar, foto, perhitungan-perhitungan, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
3.             Harus dilampirkan daftar absensi  :

§    Asistensi Pembimbing minimal 4 kali

§    Kedatangan di proyek dengan tanda tangan Pembimbing Kerja Praktek di Lapangan dan cap / stempel perusahaan yang diikuti

HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Hari ini adalah hari Kebangkitan Nasional dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Tokoh-tokoh yang mempolopori Kebangkitan Nasional, antara lain yaitu :
  1. Sutomo
  2. Ir. Soekarno
  3. Dr. Tjipto Mangunkusumo
  4. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hajar Dewantara)
  5. dr. Douwes Dekker
dan Lain-Lain
Selanjutnya pada 1912 berdirilah Partai Politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam(Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta) dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa BersamaBoemi Poetra di Magelang.Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, tapi diawalai dengan berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo.Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu.Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.
Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda),20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi karena "boleh memilih", keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda.
Saat ini, Tanggal berdirinya Boedi Oetomo20 Mei, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Sumber dari: id.wikipedia.org

Jumat, 06 April 2012

HANDOKO




Tanggal Lahir

SOAL FISIKA KELAS XII



PETUNJUK UMUM :
1.      Berdoalah sebelum anda mengerjakan soal !
2.      Tulislah Nama, Nomor Peserta/NIS, Kelas/Jurusan, Mata Pelajaran sebelum anda mengerjakan soal !
3.      Periksa dan bacalah soal – soal sebelum anda menjawabnya!
4.      Laporkan kepada pengawas ujian kalau terdapat tulisan yang kurang jelas, rusak atau jumlah soal kurang !
5.      Dilarang membawa kalkulator, handphone, dan sejenisnya selama ujian berlangsung !
6.      Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas ujian !.

PETUNJUK KHUSUS
I.       Pilihlah satu jawaban yang paling benar, dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a,b,c,d, atau e, di lembar jawab yang tersedia


1.      Ada empat buah titik A, B, C, dan D bermuatan listrik. Titik A menolak titik B, titik B menarik titik C, dan titik C menolak titik D. Jika muatan D negatif, maka muatan yang lain berturut-turut …
a.       titik A positif, B positif, dan C negatif
b.      titik A positif, B negatif, dan C negatif
c.       titik A negatif, B positif, dan C positif
d.      titik A negatif, B negatif, dan C negatif
e.       titik A positif, B positif, dan C positif
2.      Tiga buah muatan masing-masing q1 = 10 µC, q2 = 20 µC, dan q3 = - 30 µC ditempatkan pada titik-titk sudut segitiga sama sisi yang panjang sisinya 40 cm. Besar gaya yang bekerja pada muatan q1 adalah …
a.       16,9 N
b.      11,29 N
c.       20,25 N
d.      24, 54 N
e.       26,54 N
3.      Dua buah muatan masing-masing 20 µC dan 36 µC. Jarak antara kedua muatan itu 6 cm. Besar gaya tarik-menarik antara kedua muatan tersebut adalah …
a.       16000 N
b.      18000 N
c.       180 N
d.      1700 N
e.       1890 N