This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 24 Mei 2012

KOMPONEN MOBIL


Komponen Mobil Terdiri dari :
1.      Body
Adalah bagian mobil yang berfungsi untuk menempatkan penumpang dan muatan lainnya dan melindungiya dari keamanan dan memberian kenyamanan
2.      Chasis
Adalah bagian mobil yang berfungsi untuk menopang body
Ghazis terdiri dari
a.       Rangka
b.      Mesin
c.       Pemindah tenaga
d.      Roda2
e.       System kemudi
f.       System suspense
g.      System rem
h.      DLL
3.      Rangka
Adalah bag kendaraan yg berfungsi untuk mendukung komponen mobil lainnya.
Macam” rangka
a.       Rangka berbentuk H (bus)
b.      Parimeter (sedan)
c.       Rangkabentuk X (sedan
d.      Bentuk tulang punggung
e.       Model lantai
Kaitan antara body dengan chasis
1.      Composite construction
Konstruksi kendaraan yang antara body dan casis terpisah
2.      Integral construction
Kostruksi yg antara body dan chasis adalah satu kesatuan
Cirri utama mobil konstruksi ini adalah suspense bawah menjadi satu dengan chasis dan yang atas menjadi satu dengan body

Selasa, 22 Mei 2012


Contoh 1
Dari tinggi badan kelas 2a dan2b dihasilkan data sebagai berikut:
Kelas 2a          : 30,40,41,46,40,41,41,50,43,45
Kelas 2b          : 43,51,54,58,55,37,57,60,60,39
Hipotesis       : ada perbedaan yang signitifikansi antara nilai kelas 2a dan 2b
Pembuktian hipotesis tersebut :

x1
x2
x12
x22
30
43
900
1849
40
51
1600
2601
41
54
1681
2916
46
58
2116
3364
40
55
1600
3025
41
37
1681
1369
41
57
1681
3249
50
60
2500
3600
43
60
1849
3600
45
39
2025
1521











Untuk nilai ttabel pada µ = 5 %, db = 2n – 2 = 2(10) – 2 = 18 ttabel = 1.734
Ternyata thitung < ttabel à-1,697< 1.743
Maka ada perbedaan yang signitifikansi antara x1 dan x2
Jadi Ho : x1 = x2 (diterima)

Contoh 2
Di kelas 2a dan 2b akan dilakukan penelitian ortopedi menambah tinggi badan murid
X1 ortopedi     : 30,40,41,46,40,41,41,50,43,45
X2 ortopedi     : 43,51,54,58,55,37,57,60,60,39
Hipotesis         :Tidak ada perbedaan tinggi murid sesudah ortopedi

Pembuktian hipotesis sebagai berikut : 
x1
x2
D
d
d2
30
43
-13
-21.7
470.89
40
41
-1
-9.7
94.09
41
54
-13
-21.7
470.89
46
58
-12
-20.7
428.49
40
55
-15
-23.7
561.69
41
37
4
-4.7
22.09
41
57
-16
-24.7
601.09
50
60
-10
-18.7
349.69
43
60
-17
-25.7
660.49
45
39
6
-2.7
7.29


-87

3666.7


Untuk nilai ttabel pada µ = 5 %, db = n – 1  = 10 – 1 = 9 ttabel = 1.833
Ternyata thitung < ttabel à -2.135<1.833
Maka tidak ada perbedaan tinggi badan sesudah dan sebelum ortopedi antara x1 dan x2
Jadi Ho : x1 = x2 (diterima)

LAPORAN PRAKTIK JET IMPACT


LAPORAN PRAKTIK
JET IMPACT



 










Disusun oleh  :
HANDOKO : 05504244005


TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2006




MENYIAPKAN DIRI UNTUK MENGAJAR




  1. Mendorong keinginan belajar siswa
Perasaan pelajar terhadap mata pelajaran atau materi yang akan dipelajari sangat mempengaruhi hasil pembelajararan baik dari jumlah yang dipelajari maupun kedalaman pembelajarannya. Dalam rangka meningkatkan kualitas belajar siswa maka sangat perlu menjaga perhatian siswa terhadap pelajaran dan bagaimana menjaga agar ada semangat untuk belajar. Pada kenyataannya ingin belajar saja tidak cukup kalau tidak diikuti dengan tindakan untuk melakukan belajar itu sendiri. Oleh karena itu dalam rangka menyiapkan untuk mengajar guru harus melakukan hal-hal sebagai berikut




Senin, 21 Mei 2012

MOTIVASI DIRI SENDIRI


       Jenderal Norman Schwarzkopff, pemimpin Sekutu semasa Perang Teluk menunjukkan bahwa seorang pemimpin dalam militer yang memiliki wewenang untuk memaksakan kepatuhan, biasanya adalah seorang motivator yang buruk. Pada prinsipnya, jika kita selalu menggunakan pendekatan kekuasaan untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, maka organisasi kita tidak akan bertahan lama. Jika ada sedikit kesempatan, maka orang-orang dalam organisasi kita akan keluar atau paling tidak kinerja (performance) mereka jauh dari yang kita harapkan. Banyak sekali organisasi atau perusahaan mengalami turnover yang besar karena pegawainya tidak memiliki motivasi yang benar.

Kemandirian Belajar



"BERDIKARI, berdiri di atas kaki sendiri!" Itulah yang diserukan founding fathers kita puluhan tahun lalu. Seruan itu menekankan perlunya kemandirian dalam berbagai sendi kehidupan. Kemandirian akan mengantarkan bangsa kita berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Swasembada pangan pada tahun 1984, misalnya, telah mengantarkan bangsa kita pada posisi terhormat di FAO dan decak kagum bangsa-bangsa lain.

Upaya Meningkatkan Citra Guru


Untuk meningkatkan mutu pendidikan secara formal aspek guru mempunyai peranan penting dalam mewujudkannya, disamping aspek lainnya seperti sarana/prasarana, kurikulum, siswa, manajemen, dan pengadaan buku. Guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan, sebab inti dari kegiatan pendidikan adalah belajar mengajar yang memerlukan peran dari guru di dalamnya.

Berdasarkan hasil studi di negara-negara berkembang, guru memberikan sumbangan dalam prestasi belajar siswa (36%), selanjutnya manajemen (23%), waktu belajar (22%), dan sarana fisik (19%). Aspek yang berkaitan dengan guru adalah menyangkut citra/mutu guru dan kesejahteraan (Indra Djati Sidi, 2000)

Citra/mutu guru saat ini sering didengung-dengungkan dan dibicarakan orang baik yang pro dan kontra dan semakin lama citra guru semakin terpuruk. Masyarakat sering mengeluh dan menuding guru tidak mampu mengajar manakala putra-putrinya memperoleh nilai rendah, rangkingnya merosot, atau NEM-nya anjlok. Akhirnya sebagian orang tua mengikut sertakan putra/putrinya untuk kursus, privat atau bimbingan belajar. Pihak dunia kerja ikut memprotes guru karena kualitas lulusan yang diterimanya tidak sesuai keinginan dunia kerja. Belum lagi mengenai kenakalan dan dekadensi moral para pelajar yang belakangan semakin marak saja, hal ini sering dipersepsikan bahwa guru gagal dalam mendidik anak bangsa.