Minggu, 29 Januari 2012

KONSTRUKSI BADAN KENDARAAN

Suatu benda yang bergerak didalam suatu media fluida atau sebaliknya, fluida yang bergerak melewati suatu benda, akan mengalami gaya-gaya yang bekerja. Demikian juga dengan kendaraan bermotor/ MOBIL yang bergerak melalui media udara, selain dipengaruhi oleh interaksi antara mobil dengan jalan/tanah, maka kendaraan tersebut juga akan mengalami gaya-gaya aerodinamis. Penyebab utama dari timbulnya gaya-gaya aerodinamis pada kendaraan adalah: (1) adanya distribusi tekanan pada permukaan bodi kendaraan yang akan bekerja pada arah normal pada permukaan kendaraan (2) adanya distribusi tegangan geser pada permukaan bodi kendaraan yang akan bekerja pada arah tangensial terhadap permukaan kendaraan. Apabila distribusi tekanan dan tegangan tersebut diintegralkan, maka akan tercipta dengan apa yang disebut dengan gaya angkat aerodinamis (lift force), gaya hambat aerodinamis (drag force). Sedangkan apabila kendaraan tersebut berbelok, karena bodi menerima tekanan angin dari samping maka akan timbul gaya samping aerodinamis (side force). Ketiga gaya tersebut akan bekerja pada satu titik tekanan (centre of pressure). Sedangkan pengaruh pusaran pada kolong kendaraan juga akan mengganggu jalannya kendaraan, gaya ini disebut dengan turbulence force. Demikian halnya dengan kendaraan. Kendaraan yang bergerak didalam suatu media fluida (udara) akan mengalami gaya-gaya yang bekerja pada kendaraan tersebut. Oleh karena itu, tenaga yang dikeluarkan oleh mesin tidak dapat secara maksimal sampai ke roda sebagai penggerak akhir, namun tenaga yang dihasilkan mesin digunakan juga untuk melawan hambatan-hambatan saat kendaraan melaju.

0 komentar: